Artikel yang menarik untuk dikongsi bersama
"Barang siapa yang mengenal dirinya, ia akan sibuk untuk memperbaiki diri daripada sibuk mencari-cari aib dan kesalahan orang lain." (Ibnul Qayyim)
"Diantara ciri-ciri kebahagiaan dan kemenangan seorang hamba adalah bila ilmu pengetahuannya bertambah, bertambah pula kerendahan hati dan kasih sayangnya. Setiap bertambah amal-amal shalih yang dilakukan, bertambah pula rasa takut dan kehati-hatiannya dalam menjalankan perintah Allah. Semakin bertambah usianya, semakin berkuranglah ambisi-ambisi keduaniaannya. Ketika bertambah hartanya, bertambah pula kedermawanan dan pemberiannya kepada sesama. Jika bertambah tinggi kemampuan dan kedudukannya, bertambahlah kedekatannya kepada manusia dan semakin rendah hati kepada mereka. Sebaliknya, ciri-ciri kecelakaan adalah ketika bertambah ilmu pengetahuannya semakin bertambah kesombongannya. Setiap bertambah amalnya, kian bertambah kebanggaannya pada diri sendiri dan penghinaannya pada orang lain. Semakin bertambah kemampuan dan kedudukannya, semakin bertambah pula kesombongannya." (Al Fawa-id, Imam Ibnul Qayyim)
Saudaraku,
Suasana apa yang terekam dalam jiwa kita saat membaca kalimat-kalimat tersebut? Bilakah kita berada dalam daftar orang-orang yang berbahagia dan menang? Atau, celaka? Semoga Allah Swt membimbing hati dan langkah kita untuk tetap memiliki karakter orang-orang yang berbahagia dan menang. Semoga Allah menjauhkan hati dan langkah kita dari karakter orang-orang yang terpedaya oleh ilmu, amal dan kemampuannya. Amiin.
Saudaraku,
Salah satu pesan yang bisa kita petik dari petuah Ibnul qayyim rahimahullah itu adalah kedalaman ilmunya tentang lintasan dan perasaan-perasaan jiwa. Ibnul Qayyim rahimullah yang banyak berguru pada Imam Ibnu Taimiyyah itu berhasil mengenali karakter jiwa kemanusiaannya, sampai ia pun kemudian banyak mengeluarkan nasihat-nasihat yang maknanya sangat dalam dan menyentuh tentang jiwa.
Saudaraku,
Mengenali diri memang penting. Rasulullah Saw. juga mengajarkan kita untuk lebih banyak bercermin dan mengevaluasi diri sendiri ketimbang bercermin dan mengevaluasi orang lain. Orang yang sibuk oleh aib dan kekurangannya, kata Rasulullah lebih beruntung ketimbang orang yang sibuk memperhatikan kekurangan orang lain.
Dan memang, manfaat menjalani nasihat Rasulullah ini adalah seperti dikatan Ibnul Qayyim, "Barang siapa yang mengenal dirinya, ia akan sibuk untuk memperbaiki diri daripada sibuk mencari-cari aib dan kesalahan orang lain."
Saudaraku, genggam erat tali keimanan kalian.
Kenalilah diri. Pahami kebiasaannya. Rasakan setiap getaran-getarannya. Lalu berhati-hati dan kontrollah kemauan dan kecenderungannya. Waspadai kekurangannya dan manfaatkan kelebihannya. Berdo’alah pada Allah agar Ia menyingkapkan ilmu-Nya tentang diri. Sebagaimana senandung do’a yang dilantunkan Yusuf bin Asbath, murid Sofyan Ats Tsauri: “Allahumma arrifni nafsii”, Ya Allah kenalkan aku dengan diriku…..
Jiwa manusia banyak menyimpan rahasia. Misteri hati dan jiwa manusia sulit dikenali dengan baik kecuali dengan bantuan Allah Swt kepada kita. Karena itu ulama terkenal yang ahli dalam masalah kejiwaan Sahal bin Abdillah mengatakan bahwa mengenali diri sendiri itu lebih sulit dan lebih halus daripada mengenali musuh. Artinya, aib dan kekurangan yang terselubung dalam diri, sangat sulit dideteksi, dan harus dibuka oleh Allah agar seseorang dapat membersihkan diri dan jiwanya.
Jika seseorang telah berhasil mengenal dan mengerahui bagaimana kondisi jiwanya, maka ia akan mudah mengontrol dan mengawasi keinginan-keinginan buruknya. Ini yang dikatakan oleh ulama Makkah bernama Wuhaib bin Ward, “Sesungguhnya di antara kebaikan jiwaku adalah pengetahuanku tentang keburukan jiwaku. Cukuplah seorang mukmin memelihara dirinya dari keburukan bila ia mengetahui keburukan jiwanya kemudian ia meluruskannya.”
Sebagaimana juga perkataan Hasan Al Bashri. “Seorang hamba masih dalam keadaan baik selama ia menyadari dan mengetahui sesuatu yang merusak amal-amalnya.”
Saudaraku,
Semoga Allah mempererat genggaman tangan kita di jalan-Nya. Itulah pentingnya mengenali diri. Sampai-sampai Umar bin Abdul Aziz yang dijuluki khulafaur rasyidin kelima itu mengatakan, “Aku mempunyai akal yang aku takut Allah akan mengazabku karenanya.” (Riyadun Nufus, 1/355). Umar bin Abdul Aziz banyak merenungi dirinya dan sangat mengenal dirinya, sehingga muncullah perkataan luar biasa itu.
Bahkan, karena pengenalan diri yang mendalam itu, Fudhail bin Iyadh radhiallahu anhu mengatakan, “la ya’rifur riya ila mukhlish,” riya tak mungkin disadari, kecuali oleh orang yang ikhlas. Ya, orang yang merasakan manisnya keikhlasan, pasti akan mengetahui pahitnya riya. Sebaliknya, orang yang tidak pernah merasakan nikmatnya ikhlas, tak mungkin bisa mengenali pahitnya riya. Begitulah. Manisnya manisnya ikhlas dan pahitnya riya, hanya dirasakan oleh orang-orang yang terbiasa dan mengenali getaran jiwa.
Saudaraku,
Apa yang dikatakan oleh Fudhail itu tadi pun bertolak karena kondisi dirinya yang sangat mengenal jiwanya sendiri. Orang yang tidak mengenal dirinya, bahkan mengingkari keburukan dirinya adalah orang yang tidak akan mampu mengetahui apalagi mempengaruhi jiwa orang lain. Apalagi meluruskan kebengkokannya, ia tidak akan bisa. Inilah materi yang disebutkan oleh Al Kailani ketika ia mengatakan, “Bila engkau mampu meluruskan kekurangan yang ada pada dirimu, berarti engkau mampu meluruskan kekurangan yang ada pada selain dirimu.” Ia melanjutkan, “Kemampuanmu menghilangkan kemungkaran tergantung dengan kekuatan imanmu memerangi kemungkaran dalam dirimu. Kelemahanmu tinggal diam di dalam rumah dari merubah kemungkaran adalah karena kelemahan imanmu dalam memerangi kemungkaran yang ada dalam dirimu. Kekokohan dan kekuatan imanlah yang mengokohkan para ulama saat mereka berhadapan dengan pasukan syaitan baik manusia dan jin.” (Al-Fathur Rabbani, 30)
“Allahumma arrifnii nafsii…” Ya Allah, kenalkan aku pada diriku……
Thursday, August 30, 2007
Ya Allah kenalkan aku dengan diriku
Posted by am0i Ida at 11:28 AM 0 comments
Labels: tazkirah
Friday, August 17, 2007
Akibat Cinta Dunia
“Rasulullah pernah bersabda kepada para sahabat, “Akan datang suatu masa, umat lain akan memperebutkan kamu, ibarat orang-orang yang lapar memperebut makanan dalam hidangan”. Lalu sahabat bertanya, “Apakah kerana pada waktu itu jumlah kami hanya sedikit, ya Rasulullah?” Kemudian beliau menjawab: “Bukan, bahkan sesungguhnya jumlah kamu pada waktu itu banyak, tetapi kamu ibarat ghatsa (buih) yang terapung-apung di atas air bah. Dan di dalam jiwamu tertanam AL-WAHN.” Lalu sahabat bertanya lagi, “Apakah yang dimaksud dengan al-Wahn, ya Rasulullah?” Beliau menjawab: “Iaitu CINTA DUNIA & TAKUT MATI.” (Riwayat Abu Dawud)
Suatu keadaan yang nyata di hadapan kita sekarang, bahawa jumalah umat Islam sangat banyak. Di dunia ini, satu million dari lima million penduduk bumi adalah Muslim. Tetapi kita saksikan bahawa jumlah yang banyak belum membawa umat ini keluar dari kesulitan-kesulitannya. Inilah rupanya yang diungkapkan Rasulullah dalam hadis di atas. Patutlah kiranya kita semua, umat Islam meneliti ke dalam, seberapa jauh kiranya kita sudah terjangkiti penyakit al-Wahn tersebut, penyakit cinta dunia dan takut akan kematian. Tentunya ini tak lepas dari kesalahan pandangan umumnya masyarakat Muslim terhadap kehidupan dunia. Mengapa sampai cinta pada dunia dan takut mati? Tentu ini kerana memandang bahwa dunia ini adalah tempatnya segala kesenangan, dan kematian adalah pemutus kesenangan tersebut. Sungguh suatu cara pandang yang sesat dan keliru.
DUNIA DALAM PANDANGAN ALLAH
Pada suatu kesempatan lain, Rasulullah SAW memasuki sebuah pasar yang kanan dan kirinya ramai dipadati manusia. Ketika itu beliau melewati seekor anak kambing cacat yang telah menjadi bangkai. Tidak seorangpun mengacuhkan atau tertarik melihatnya. Lantas Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat, “Siapa yang mahu membeli kambing ini dengan harga satu dirham?” Sahabat menjawab, “Sedikitpun, kami tidak menginginkannya.” Beliau bertanya sekali lagi, “Apakah kalian mahu jika anak kambing ini keberikan kepada kalian?” Sahabat menjawab, “Demi ALLAH, kalaupun anak kambing itu hidup, kami tidak akan menerimanya kerana cacatnya, maka bagaimana kami mahu menerimanya setelah menjadi bangkai?”
Mendengar itu Rasulullah SAW berkata, “Demi ALLAH, pandangan dunia itu lebih hina dalam pandangan ALLAH daripada bangkai kambing cacat ini dalam pandangan kalian.”
BAGAIMANA MESTINYA KITA MEMANDANG DUNIA
Tirmidzi meriwayatkan, dari Abdullah bin Mas’ud ra berkata: “Rasulullah SAW tidur di atas tikar dan ketika bangun berbekaslah tikar itu pada belakangnya, lalu kami bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana seandainya kami buatkan untukmu tilam yang lunak?” Beliau bersabda, “Untuk apa dunia ini bagiku? Aku di dunia ini bagaikan seorang musafir, berhenti sebentar di bawah pohon, kemudian pergi meninggalkannya.”
Jadi, begitulah kiranya kita harus memandang dunia ini. Tak lebih dari pondok kecil dalam perjalanan yang panjang. Sungguh bodoh kalau kita samapai terpaku di pondok itu sehingga melupakan perjalanan panjang yang jadi tujuan kita. Jelaslah bahawa segenap aktiviti kita di muka bumi ini harusnya diarahkan untuk akhirat kita, yang kekal abadi. Seperti pernah dinyatakan oleh ulam besar kita, Bapa HAMKA semasa hidupnya, “Hidup yang sesungguhnya itu baru dimulai pada saat kita mati.”
Disabdakan lagi oleh Rasulullah SAW dalam analogi lain: “Dunia ini bagaikan penjara bagi orang mukmin dan bagaikan syurga bagi orang-orang kafir.”
Dalam Surah al-Hadid 57: 20, ALLAH berfirman: “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keredhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”
AGAR TIDAK TERTIPU OLEH KEHIDUPAN DUNIA
Memang manusia diciptakan denagan fitrah cenderung terhadap kesenangan dunia, dan ini boleh meningkat menjadi kecintaan. Itu merupakan ketentuan ALLAH SWT, “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (Surah Ali Imran 3: 14)
Tetapi, jika kecenderungan ini tidak dikendalikan, maka tumbuhlah ,ifat tamak pada manusia, sehingga seperti dikatakan Rasul, apabila diberi dua lembah penuh berisi emas, pasti ia akan mengkehendaki lagi lemabha ketiga yang penuh berisi emas. Inilah yang harus diatur dan diarahkan. ALLAH tidak melarang manusia untuk menikmati dunia ini, tetapi ada batas-batas yang harus dipatuhi, sebagaimana firmannya:
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Surah al-Qashash 28: 77)
Apakah kira batasan-batasan tersebut? Mari kita lihat…
Pertama, tidak menjadikan dunia sebagai tujuan hidup.
“Dan sesungguhnya Kami menempatkan kamu di atas bumi ini dan Kami jadikan untuk kamu di atas bumi itu penghidupan buat kamu, tetapi sedikit sekali di antara kamu yang bersyukur.”
Untuk apa kita dihidupkan di bumi ini? Dalam banyak ayat, dinyatakan ALLAH bahawa manusia diberikan kehidupan, “ …untuk Kami uji siapa paling baik amalnya”.
Bagi seorang Muslim, dunia bukanlah suatu tujuan hidup, melainkan hanyalah sekadar alat atau jambatan untuk menuju tujuan hidup yang kekal abadi, iaitu kehidupan akhirat kelak. Bahkan dalam hadith, Rasulullah menyatakan bahawa keikhlasan pun dapat ternoda, dijelaskannya: “Yang mencampuri keikhlasan itu adalah kerakusan terhadap dunia dan mengumpul-ngumpulkannya.”
Kedua, tidak berlebihan-lebihan dengan dunia.
ALLAH telah menyatakan dengan jelas tentang kecenderungan manusia ini, “dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.” (Surah al-Fajr 89: 20)
Maka Islam mengatur sikap seorang Muslim terhadap kehidupan dunia, iaitu mempergunakan secara secukupnya untuk keperluan diri dan keluarga, asal tidak berlebihan dan bermewah-mewahan kerana perkara itu akan melalaikan kita. Firman-Nya: “Al hakumut takaatsur.” (bermegah-megah telah melalaikan kamu).
Sementara dalam ayat yang lain dinyatakan: “Makanlah di antara rezeki yang baik yang telah Kami berkan kepadamu, dan jangalah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan menimpamu. Dan barangsiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya binasalah dia.” (Surah Thaha 20: 21).
Rasulullah SAW pun pernah bersabda: “Kami adalah kaum yang tidak makan sebelum merasa lapar dan bila kami makan tak pernah kekenyangan.” (Riwayat Bukhari & Muslim).
Ketiga, tidak bersifat kikir dan bakhil.
Sebaliknya, ALLAH memuji hamba-Nya yang mejauhi kikir dalam firman-Nya, “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (Surah al-Furqan 25: 67)
Keempat, mengutamakan kesederhanaan dan berikap qanaah.
Dari Abu Hurairah, diriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda: “Lihatlah orang yang di bawahmu, dan jangan melihat orang yang di atasmu, kerana yang demikian itu lebih baik, supaya kamu tidak meremehkan nikmat yang dikurniakan ALLAH kepadamu” (Riwayat Bukhari & Muslim)
Mari kita mengambil teladan pada Nabi Yusuf as., dia mendapat kepercayaan dari Raja Mesir untuk mengatur seluruh kekayaan negara, tetapi dia sendiri hampir tiap hari berpuasa. Ketika orang bertanya, dia menjawab, “Aku takut kenyang dan melupakan orang yang lapar.”
ZUHUD, POLA HIDUP RASULULLAH SAW DAN PARA SAHABATNYA
Zuhud, bererti menjauhi hal-hal yang bersifat materi, atau senangnya, pola hidup sederhana. Dengan pola hidup zuhud inilah, para sahabat menjalani kehidupannya. Bila kita merasakan kehidupan akhirat dan tidak terpukau oleh kehidupan dunia, seperti para sahabat, maka kita akan terbebas dari hidup yang menyesakkan. Kita akan memiliki cara pandang baru terhadap dunia. Jika kita merasa sesak, sedih, murung, gelisah, pedih, dirisaukan oleh orang banyak masalah nyata ataupun khayal, maka dengan zuhud kita dapat melaluinya.
Secara ringkas, zuhud bererti meletakkan kebahagiaan bukan pada dunia dan keduniaan, Zuhud memiliki ciri-ciri:
tidak menggantungkan kebahagiaan hidup pada apa yang dimiliki.
kebahagiaan seorang yang zuhud tidak terletak pada hal-hal material, melainkan pada hal-hal spiritual.
Zuhud bukanlah bererti meninggalkan dunia dan kenikmatan duniawi, melainkan tidak meletakkannya pada darjat yang tertinggi, seperti dinyatakan Rasulullah, “Bukanlah zuhud itu mengharamkan yang halal, bukan pula menyia-nyiakan harta, tetapi zuhud dalam dunia itu ialah engkau tidak memandang apa yang ada di tanganmu itu lebih diperlukan dari apa yang ada di sisi ALLAH SWT.”
Buah lain dari zuhud adalah mendekatkan hati kita kepada ALLAH dan manusia, begitupun sebaliknya, ALLAH pun mencintai kita, dan hati manusia pun akan dekat kepada kita. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, bahawa seorang lelaki pernah mendatangi Rasulullah dan bertanya, “Wahai Rasulullah, tunjukilah aku pada suatu amal yang bila aku kerjakan, aku dicintai ALLAH dan dicintai manusia.” Lalu Rasulullah bersabda, “Zuhudlah kamu akan dunia, pasti ALLAH mencintaimu. Zuhudlah engkau akan apa yang ada pada manusia, pasti manusia mencintaimu.”
WaLLAHU a’lam bish-shawab.
Posted by am0i Ida at 12:24 PM 0 comments
Labels: tazkirah
Salam
Maaflah lama tak update blog nie. Insya Allah mungkin bila ada internet di rumah nanti baru dapat buat macam2. Bila g cc pun bukan boleh update tapi kena setelkan keja2 dakwah, yang priority dulu..urgent and important.
Bz dengan urusan rumahtangga, anak2 dan dakwah yang sepertinya baru bermula buat diri sendiri. Pasal anak2, merekapun semakin lasak dan bijak. Mintak itu ini. Tapi paling tak tahan tu si abang sket2 nak g kedai, kedai kedai. Si adik alhamdulillah masih istiqomah breastmilk. hari tu pertama kali tinggalkan dia selama hampir 9 jam sebab p dengar ceramah (amik lesen memandu). Dia memang takmo susu perahan dalam botol atau cawan, jadi terpaksa bertahan. Tapi okla sebab diapun dah setahun 3 bulan. cuma time nak tido tu dia nangis2 nak susu. Ammah yang tolong jaga pun tak dapat tolong apa2 :)
doakan kami di sini. :)
Posted by am0i Ida at 12:08 PM 0 comments
Thursday, June 28, 2007
Kisah Haru Seorang Siswi Palestina!

Infopalestina-Al Sahl Lish Shahafah Wal I'lam: Ini adalah kisah tentang seorang siswi di sebuah sekolah putri di Palestina. Hari itu dewan sekolah berkumpul seperti biasanya. Di antara keputusan dan rekomendasi yang dikeluarkan dewan dalam pertemuan ini adalah pemeriksaan mendadak bagi siswi di dalam aula. Dan benar, dibentuklah tim khusus untuk melakukan pemeriksaan dan mulai bekerja. Sudah barang tentu, pemeriksaan dilakukan terhadap segala hal yang dilarang masuk di lingkungan sekolah seperti hand phone berkamera, foto-foto, gambar-gambar dan surat-surat cinta serta yang lainnya.
Keamanan saat itu nampak normal dan stabil, kondisinya sangat tenang. Para siswi menerima perintah ini dengan senang hati. Mulailah tim pemeriksa menjelajah semua ruangan dan aula dengan penuh percaya diri. Keluar dari satu ruangan masuk ke ruangan lainnya. Membuka tas-tas para siswi di depan mereka. Semua tas kosong kecuali berisi buku-buku, pena dan peralatan kebutuhan kuliah lainnya. Hingga akhirnya pemeriksaan selesai di seluruh ruangan kecuali satu ruangan. Di situlah bermula kejadian. Apakah sebenarnya yang terjadi ???
Tim pemeriksa masuk ke ruangan ini dengan penuh percaya seperti biasanya. Tim meminta izin kepada para siswi untuk memeriksa tas-tas mereka. Dimulailah pemeriksaan.
Saat itu di ujung ruangan ada seorang siswi yang tengah duduk. Dia memandang kepada tim pemeriksa dengan pandangan terpecah dan mata nanar, sedang tangannya memegang erat tasnya. Pandangannya semakin tajam setiap giliran pemeriksaan semakin dekat pada dirinya. Tahukah anda, apakah yang dia sembunyikan di dalam tasnya ???
Beberapa saat kemudian tim pemeriksa memeriksa siswi yang ada di depannya. Dia pun memegang sangat erat tasnya. Seakan dia mengatakan, demi Allah mereka tidak akan membuka tas saya. Dan tiba lah giliran pemeriksaan pada dirinya. Dimulailah pemeriksaan.
Tolong buka tasnya anakku, kata seorang guru anggota tim pemeriksa. Siswi itu tidak langsung membuka tasnya. Dia melihat wanita yang ada di depannya dalam diam sambil mendekap tas ke dadanya. Barikan tasmu, wahai anakku, kata pemeriksa itu dengan lembut. Namun tiba-tiba dia berteriak keras: tidak … tidak … tidak …
Teriakan itu memancing para pemeriksa lainnya dan merekapun berkumpul di sekitar siswi tersebut. Terjadilah debat sengit: berikan … tidak … berikan … tidak …
Adakah rahasia yang dia sembunyikan??? Dan apa yang sebenarnya terjadi???
Maka terjadilah adegan pertarungan tangan untuk memperebutkan tas yang masih tetap berada dalam blockade pemiliknya. Para siswi pun terhenyak dan semua mata terbelalak. Seorang dosen wanita berdiri dan tangannya diletakan di mulutnya. Ruangan tiba-tiba sunyi. Semua terdiam. Ya Ilahi, apakah sebenarnya yang ada di dalam tas tersebut. Apakah benar bahwa si Fulanah (siswi) tersebut ….
Setelah dilakukan musyawarah akhirnya tim pemeriksa sepakat untuk membawa sang siswi dan tasnya ke kantor, guna melanjutkan pemeriksaan yang barang kali membutuhkan waktu lama …
Siswi tadi masuk kantor sedang air matanya bercucuran bagai hujan. Matanya memandang ke arah semua yang hadir di ruangan itu dengan tatapan penuh benci dan marah. Karena mereka akan mengungkap rahasia dirinya di hadapan orang banyak. Ketua tim pemeriksa memerintahkannya duduk dan menenangkan situasi. Dia pun mulai tenang. Dan kepala sekolah pun bertanya, apa yang kau sembunyikan di dalam tas wahai anakku …?
Di sini, dalam saat-saat yang pahit dan sulit, dia membuka tasnya. Ya Ilahi, apakah gerangan yang ada di dalamnya??? Bukan. Bukan. Tidak ada sesuatu pun yang dilarang ada di dalam tasnya. Tidak ada benda-benda haram, hand phone berkamera, gambar dan foto-foto atau surat cinta. Demi Allah, tidak ada apa-apa di dalamnya kecuali sisa makanan (roti). Ya, itulah yang ada di dalam tasnya.
Setelah ditanya tentang sisa makanan yang ada di dalam tasnya, dia menjawab, setelah menarik nafas panjang.
“Ini adalah sisa-sisa roti makan pagi para siswi, yang masih tersisa separoh atau seperempatnya di dalam bungkusnya. Kemudian saya kumpulkan dan saya makan sebagiannya. Sisanya saya bawa pulung untuk keluarga saya di rumah …Ya, untuk ibu dan saudara-saudara saya di rumah. Agar mereka memiliki sesuatu yang bisa disantap untuk makan siang dan makan malam. Kami adalah keluarga miskin, tidak memiliki siapa-siapa. Kami bukan siapa-siapa dan memang tidak ada yang bertanya tentang kami. Alasan saya untuk tidak membuka tas, agar saya tidak malu di hadapan teman-teman di ruangan tadi.”
Tiba-tiba suara tangis meledak ruangan tersebu. Mata semua yang hadir bercucuran air mata sebagai tanda penyesalan atas perlakukan buruk pada siswi tersebut.
Ini adalah satu dari sekian banyak peristiwa kemanusiaan yang memilukan di Palestina. Dan sangat mungkin juga terjadi di sekitar kehidupan kita. Kita tidak tahu, barang kali selama ini kita tidak peduli dengan mereka. Doa dan uluran tangan kita, setidaknya bisa sedikit meringankan penderitaan mereka. Khususnya saudara-saudara kita di Palestina yang hingga kini terus dilanda tragedi kemanusiaan akibat penjajahan Zionis Israel. (seto)
Posted by am0i Ida at 10:28 AM 0 comments
Labels: tazkirah
Wednesday, May 09, 2007
Beberapa hari di KL
Assalamu'alaikum warahmatullah
Maafkan aku sebab dah lama tak update blog nie...baru-baru nie berkesempatan online tapi disebabkan lama tak online menyebabkan aku lupa password! Astaghfirullah...lemahnya manusia nie. Baru bab password..tapi alhamdulillah, password memang tak salah tapi sebab tak letak yahoo.com kat depan username kat google..tahapahapatah...
Berada di KL hari Khamis yang lalu dan hari nie nak balik semula ke Jitra. Bus kul 9.30 malam nie. Alhamdulillah dapat ziarah Aida dan baby di rumahnya dan dapat jumpa Aini sekali. Seronoknya tengok Aida dah ada 3...alhamdulillah murah rezeki Aida. Tak dapat nak update panjang2 sebab tak prepare...lagipun anak2 tak bagi peluang ummi dia nak taip lama2...
Insya Allah jumpa lagi di lain masa...doakan kami anak beranak selamat sampai ke Jitra.
Posted by am0i Ida at 10:21 AM 0 comments
Labels: family
Saturday, October 21, 2006
Salam Ramadhan dan Salam Aidilfitri

Assalamualaikum...
alhamdulillah, dapat online. Skang dah ada kat umah mak di sungai buloh..semalam baru sampai dari kedah...
Rindunya kat sahabat2 maya dan blog nie..sedih jugak tengok blog nie sepi je...tak macam dulu..tp takpela, byk lagi tugas lain yg harus diberi keutamaan...
Beberapa bulan lepas dah taip dah saat2 kelahiran Iffah, tapi sayangnya blogspot ada problem lak...dah tu save kat opis mak...hmm takpela takde rezki...
Tapi alhamdulillah, ALlah bagi aku bersalin normal...memang sungguh luar biasa apabila teringat penciptaan ALlah itu...
sebenarnya aku blank tatau nak taip apa sebab byk sgt nak diceritakan sampai tak tercerita :)
cuma yg pasti kehidupan di utara byk mengajar aku menjadi seorang isteri dan ibu yg sebenar, di dunia yg nyata nie...dan alhamdulillah, tercampaknya aku di sini memberi aku sinar tarbiyyah yg lebih mantap dan berkesan...alhamdulillah...kini barulah aku dikatakan pendamping daie yg sebenar...
sesungguhnya kelahiran itu salah satu keajaiban dari ALlah swt....dan alhamdulillah sampai skang masih exclusive breastfeeding...diapun dah 5 bulan dan Iemaan bulan depan 2 thn... :)
aku tak bole lama kat sini..nanti si kecik tu nak menyusu lak..alhamdulillah bulan ramadhan kali nie aku masih berpuasa penuh...dan aku harap dpt posa full...Iffah pun tak meragam walaupun susu kurang sket dari biasa...
iskk sedih lak bile online nie...teringat kisah2 lama...allahu akbar...tahla bisu jap... :)
hmm okla setakat nie yg aku ada idea nak taip...aku doakan sume sahabat di bulan yg mulia nie bertambah ketaqwaan kita kepada ALlah swt...mudah2an kita dpt melipatgandakan amal dan doa kita...mohon maaf atas segala2nya....
Posted by am0i Ida at 4:41 PM 0 comments
Labels: family
Thursday, June 08, 2006
Kelahiran satu keajaiban
Salam ukhuwah fillah buat semua...
Alhamdulillah..di kesempatan yang sesingkat ini aku ingin sgt berkongsi pengalaman bersalinkan anak ke-2 ku...kalau ikutkan nak cerita secara detail tp masa tidak mengizinkan...
Pada 9hb Mei yang lalu aku telah ditahan masuk wad oleh Doc kerana bukaan rahim 1.5cm..lagipun rumah mak jauh dari spital. Kontraksi sudah dirasakan sejak beberapa minggu sebelum tu tapi bertambah ketara dan kuat menyebabkan aku mengambil keputusan gi cek dengan Doc. Tapi sudah semestinya tak sekuat bukaan 10cm kan :)
Alhamdulillah kebetulan suami yg berkursus di sini memudahkan lagi aku kerana dia dapat menemani aku bermalam di spital...rasa cam seronokpun ada tapi yg paling menyedihkan sebab terpaksa berpisah dengan insan tersayang sapa lagi kalau bukan Iemaan anak sulongku..Aku rasa nie la 1st time aku berpisah dgn Iemaan. Iemaan di jaga oleh atuk dan neneknya. Kat spital aku asik sms mak aku tanya dia ok ke tak...mak aku kata dia ok je..bila dia datang jenguk aku eksen tu tak de pun nampak cam rindu ke apa ke (ehe..)
Doc kata boleh nak induce aku kalau nak cepat tapi memandang sejarah bersalinkan Iemaan secara C-Sec adalah disebabkan kegagalan induce (menurut beliau) jadi dia tak berani nak berbuat demikian..Dia kata biar ia berlaku secara semulajadi cuma dia ada stimulate sket bagi kontraksi tu bertambah kuat dan kerap. Aku kira adalah dalam 5 kali bukaan aku diperiksa untuk anak ke-2 nie. Dan pada 10hb Doc Norlida mengambil keputusan untuk memecahkan ketubanku kerana bukaan sudah 3cm...
Masa tu dah malam...aku dah macam menggelabah pun ada sebab suami aku kuar...tapi dia sempat balik sebelum ketubanku dipecahkan...suami aku yg dapat sms dari aku dan cuak sebab dia risau aku diinduce...dia tanak aku operate lagi...
Lepas dimasukkan enema untuk aku buang air besar...Allah je yg tahu macam2 sakit datang..akupun tataula sakit perut sebab enema tu ke atau kontraksi ke tapi time tu pun dah nangis tak tahan...lama2 sakit tu hilang dan aku berjalan gi jumpa nurse utk membawa ku ke bilik bersalin 1...
Suami aku yg dah sampai tanya Doc..Doc kata dia tak induce..induce tu bila tak sakit tapi aku sakit jadi dia nak pecahkan ketuban kerana kalau sakit lama sangatpun tak baik untuk bayi dalam kandungan...
Dipendekkan cerita selepas air ketuban dipecahkan dan mulai kering, waktu tu kul 11.00mlm lebih kurang, kesakitan sudah aku rasakan di tahap yg kuat jugakla...syukurlah suami aku di situ beri semangat dan minta aku baca ayat-ayat tertentu. Doc ajar baca subhanaka inni kuntum minazholiminnn...
Posted by am0i Ida at 7:25 AM 0 comments
Labels: personal
Monday, May 08, 2006
Menunggu hari
Dah dekat 2 minggu muka nie terperuk kat sini menunggu hari bersalin tiba. Walaupun hati nie dapat rasakan macam lambat je nak bersalin seperti mengandungkan Iemaan dulu. Tapi masa Iemaan lagi dasyat takde langsung menunjukkan tanda nak bersalin di akhir-akhir trimester. Kali nie rasa dah berat betul kat bawah abdomen dan slalu sakit-sakit. Nak kata memulas macam tak, tapi rasa seperti dipulas semasa dia mengeraskan badannya. Kadang-kadang sampai sakit pinggang. Tapi aku fikir slagi sakit tu tak berpanjangan selagi tu aku tak perlu ke spital.
Hari tu doktor siap stimulate supaya kontraksi tu datang sendiri katanya. Doctor kata tak berani induce sebab tanak jadi cam kes Iemaan. Lagipun air ketuban banyak lagi. Doktor kata nanti akan ada kuar sedikit darah. Tu takde apa melainkan kalau kuar darah ketul baru jumpa dia. Sejak tu la sakit aku kerap singgah tapi lama-lama ilang. Suami akupun dah ada sini kebetulan ada kursus kat Bangi.
Mintak doa dari semua agar semuanya selamat. Masa Iemaan dulu doktor tak bagi minum air selusuh dia kata nanti cepat je nak bersalin. Nanti dia tak tahu anak aku makan najis. Tapi kali nie aku nak minum gak dan amalkan apa yg patut.
Posted by am0i Ida at 12:11 PM 0 comments
Thursday, May 04, 2006
Monday, April 24, 2006
Kembali lagi...
Assalamualaikum...hehe jeng jeng adalagi di sini....! Anak kat nenek so ada can nak update blog...cam biasa time aku leh update nie aku ada cek up pagi tadi...kat spital tanpa aku jangka doc nak cek servik aku sama ada leh bersalin normal atau tak..dan doc kata alhamdulillah kepala baby dah turun, aritu jauh lagi..dia kata kalau takde masalah lain (baby lemas atau komplikasi lain) insya Allah leh bersalin normal..so skang doc kata tunggu sakit datang...hmm seram lak aku...ya Allah bantulah hambaMu ini...
Terima kasih banyak-banyak dan tak terhingga kepada kembar tersayang aida dan aini kerana byk tolong aku dgn memberi nasihat dan tips yg bermanfaat...aritu cuak sebab pusat rawatan tu tak leh pilih2 doc melainkan request sniri kat doc tu..oleh kerana aku nie bersungguh2 dan dah pening aku try call byk kali sebab doc tak return call aku...tp alhamdulillah panggilan yg ku tunggu2 tiba...senang rupanya nak deal dgn doc dari nurse! Ingatkan doc akan bagi alasan tp dia terus kata ok takde masalah cuma dia ada bagi 2 tarikh yg dia ada hal lain...takpela tu aku paham. Dan yang melegakan aku bila dia kata kalau tak dia doc Rosilawati akan stand by...alhamdulillah...as long as doc tu pompuan...tapi kalau leh nak gak doc Norlida nie...dah jatuh hati dengan cara dia layan patient spt aku...
Tapi tulah kita mampu merancang...disebabkan rumah mak aku jauh dr KBMC so aku kenala terima kalau tak sempat nak bersalin kat situ kenalah bersalin kat mana yg dan...tp abah aku kata kalau 2 tau 3 hari kalau suami aku tak balik sini aku ikutla mak aku g keja so dekat dgn KBMC....tul gak cakap abah...tp akula muka tembok..seganla pulak...nak2 lak tempat mak aku keja adalah tempat aku keja dulu...tapi takpela aku dah biasa kat sini...bkn sume tahu aku dah tak keja sini...
Sejak aku terputus hubungan dengan dunia siber nie secara otomatik aku terputus hbgn dgn sahabat2 siber gak...so kat sini aku nak sampaikan kat sahabat tersayang bernama Rin..afwan bebanyak sb menyepi tak dapat nak email atau balas poskad raya tahun lepas sb kad tu dah terhilang oleh suami dgn cara tak sengaja...dah tu emel lak problem...skang dah bole tp dah kosong sebab dah lama tak masuk so kena aktifkan balik...kalau ada yg nak emel cuba lagi antar kat am0i@yahoo.com... sayang nak tukar atau buat emel baru sb org dah tahu emel nie...tp tula emel am0i nie byk spammer la...kalau still ada lagi terpaksa gakla kut tukar emel lain ...
Dah nak masuk 2 minggu dok sini dan meninggalkan suami tersayang...masa packing nak balik kl...tak sangka lak dpt seprais dari dia...kad beday dgn hadiah, 2 pasang stoking yg dah lama aku nak beli.tersorok dalam beg..stoking bergambar yg cam budak2 tu...tak sangka dpt kad sejak kahwin tak penah dpt kad lagi rasanya..ada muzik lak tu...terima kasih buat suami tersayang krn ingat beday isteri dia yang hampeh nie...ada ke aku tak ingat beday suami snirik...sedangkan beday aku dia lambat wish aku dah pikir dia lupa padahal dia ingat...tp aku yg lupa...sib baikla suami aku bukan jenis amik berat psl hari2 penting yg org pompuan anggap penting...(penting utk diingati oleh org yg disayangi)... :)
Aku mintak doa dari kalian agar aku selamat bersalin dan kalau bole secara normal...tp kalau dah takde rezeki kena belah lagi aku terima dgn hati terbuka sebab aku dah usaha serta doc pun usaha sama..(harapnya begitulah)...
Posted by am0i Ida at 2:17 PM 0 comments
Labels: family
Monday, April 17, 2006
Pening
Assalamualaikum semua...
afwan...sebab jarang sgt dpt update blog dan bercerita cam dulu..tp kira alhamdulillah sb dpt gak update walaupun skali skaler..just nak bgtau yang penting2 jer utk sahabat2 tersayang..
Dah tukar plan..nampaknya bersalin kat kl jugak jawabnya sebab dua2 family dah bising..bukan sebab penjagaan pas bersalin tetapi lebih kepada risiko menanti kelahiran...yg aku tak sampai hati tu bila mak aku kata tiap2 malam nak tido mak aku mesti risaukan aku...sbrnya ada lagi citer tapi takpela, akupun nak cepat nie...Iemaan ada nie sib baik tengah main (mainan hello kitty) cam pompuan lak..dah tu modal yg ada kat sini...
Syukurlah waktu aku nak bersalin nie student U pun tengah bz exam..so tak kaco derang..pada mulanya dah plan akhwat nak jaga masa pantang nanti..tp yg availablenya sorang je..bukan apa takut terbersalin awal..memang tak sama anak 1st dan anak ke2..mana nak bawak perut lagi, nak dukung si abang lagi..maklumlah kelahiran rapat...mmglah seronok tp risikonya abang tak faham lagi...tp takpe insya Allah tarbiyah buat si ibu...
Tadi baru balik cek up sebenarnya...kat KBMC (Kg Baru Medical Centre)..tu pun last minit teringat KBMC..kalo tak dah nak pegi Pusrawi Jalan Tun Razak tp tah napa asik dok pening..takut kena operate lagi..alhmdlh doc kat KBMC nie ok sesangat...dia byk tanya kat aku pasal kelahiran anak pertama, dia berpendapat aku operate bukan sebab fetal distress tapi failure induced..adalg mcm2 dia interview aku tapi masa tengah sakit tu mana ingat sgt...insya allah mintak kalian doakan...
Posted by am0i Ida at 12:22 PM 0 comments
Labels: family
Friday, February 03, 2006
Pengalaman mengandungkan anak kedua
Haritu masa kandungan 2bln lebih, doc kata tak kesah kalau baby besar janji bukaan ok so takde masalah nak deliver baby..tp doc yang aku pegi nie (insya allah nak bersalin kat sini) kata kena jaga diet supaya baby tak besar..mungkin maksud dia kalau baby tu kecik sket so nak bersalin secara normal tu lagi mudahla kot...
Doc kata masa skang nie takleh tahu baby tu besar mana..standard cam orang lain..bila masuk 7 bln baru tahu, so dia kata masa nie makanla apa nak makan tp masuk 7 bln kena jaga makan..doc kata kalau dia bagi ubatpun just nak bagi baby sehat je dan bukan ada vitamin..lagi doc pesan elakkan makan mcm nasik lemak, roti canai (nie makanan favourite nie) dan minum susu rendah lemak. Lepas makan nasik tu tak yah makan kuih ke apa...
Doc ada tanya family ada sejarah kencing manis ke, aku cakap setakat nie memang takde...tp tak dinafikan aku memang suka makan coklat dan ais krim...tp sejak lahirkan Iemaan aku dah kurang makan coklat sebab gigi aku ngilu dan sakit bila kena manisan. Skang nie tengok camna. Slalunya baby kedua dan seterusnya akan lebih besar dari yang sebelumnya... Kawan opis lama aku kata nampak perut aku macam tak sebesar masa pregnantkan Iemaan dulu.
Yang pasti azam kali nie nak bagi susu badan sepenuhnya sehingga anak 2 tahun atau lebih insya Allah...Hari tu jumpa sorang kawan dia citer dengan bersemangat tentang susu ibu nie..walaupun keja takde alasan tak dapat bagi susu badan sepenuhnya. Sebab ada akak kat opis tempat dia keja outstation sebulan tapi anak dapat minum susu badan selama dia outstation tu..(dengan memperbanyakkan stok susu) so takde yang mustahil lebih-lebih lagi orang yang tak keja cam aku nie :) Sapa nak consultant percuma tentang susu badan boleh contact kawan aku nie...Sampai kat tempat keja dia akak nie memperjuangkan hak utk mengadakan bilik khas untuk ibu perah@pam susu. Hebatkan?
Aku cadangkan sapa nak dapatkan pengalaman ibu-ibu yang menyusukan anak bole ke Ummikusayang.com
Posted by am0i Ida at 10:02 AM 0 comments
Labels: personal
Bertemu kembali
Assalamu'alaikum semua..
Alhamdulillah dapat gak aku menjengah ke blog nie dan blog sahabat2 tersayang..sebenarnya sejak aku pindah ke utara bukan takde tempat nak online tapi rasa macam tak berpeluang jer nak peruntukkan masa betul-betul untuk update blog nie...so kesempatan yang ada di kl aku tak lepaskan peluang nak update.
Alhamdulillah kehidupan aku bertambah bahagia dan seronok skali. Nak citer tak tercerita rasanya. Pengalaman yang aku baru dapat sebagai seorang surirumah amat berharga sekali. Ditambah pula dengan kehadiran orang baru dalam perut nie...Iemaanpun nampaknya suka nak dapat adik...skang nie isu baru ialah nak bersalin kat mana..suami nak aku bersalin di kedah je tapi family aku dah cakap awal2 soh bersalin sini, senang nanti apa-apa derang leh tengok..hmm nie pun satu problem gak nie tapi takpe ada caranya :)
Okla akupun tak leh lama sebab Iemaanpun ada kat sini..dia nie apa ummi dia buat diapun nak buat gak..jazakumullah pada semua yang rajin datang sini tapi takde perkembangan apa-apa, nie pun sekadar menyinggah kejap..Moga jumpa lagi Insya Allah...doakan...
Posted by am0i Ida at 7:22 AM 0 comments
Labels: family
Thursday, August 18, 2005
Perpisahan sementara
Entry terakhir ku di atas kerusi biru ini, di sini dunia yang ku pijak sekian lama akan ku tinggalkan tak lama lagi, menuju ke dunia baru...moga sinar tarbiyyah akan menerangi dunia baru ku insya Allah...
Semalam sorang kawan opis aku dah mengalirkan airmata, walaupun bukan yang rapat tetapi kami penah rapat satu waktu dulu, zaman poya-poya aku dulu :)
Sahabat, dimana-mana bisa punyai sahabat, namun sahabat sejati dan sahabat hakiki itu amat payah dan tidak ternilai, untuk ditandingkan dengan apa-apa saja di dunia ini..itulah teman sejatimu, yang menegur jika tersilap, yang gagah berkata benar walaupun pahit untuk di dengar, demi kebaikanmu...tetapi erti sahabat sekarang nie sebaliknya, di depanmu manis bak tebu tetapi di belakangmu pisau dalam lipatan...
Aku nukilkan kata-kata yang tidak dapat tidak aku sebut sebagai ucapan selamat tinggal sementara, kerana destinasi seterusnya tak tahu bagaimana perjalanannya, walaupun di minda sudah tersusun strategi-strategi yang ingin di kecap bersama...lazimnya selagi kita di dunia ini kita pasti akan berpisah sama ada berpisah hidup atau berpisah mati kerana yang kekal dan abadi hanyalah di 'sana' nanti...afwan katheera semua yang setia menjengah di blog yang tak seberapa ini, andainya mengganggu emosi pembacanya, andai terluka pada yang menatapnya, maafkan diri ini yang serba lemah...kerana satu saja tujuan blog ini diteruskan dan masih bernyawa iaitu untuk berkongsi akan manfaat yang ada dan utk sempadan akan segala keburukannya...
Di bawah nie aku sertakan kata-kata semangat, penguat hati dari sorang sahabat sejati..jazakillah ukhti...hati ini syahdu dan sebak membaca bait bicara ukhti dan maaf kerana mencopy pastekannya di sini, tidak ada niat lain melainkan utk sama-sama kita hisab diri kita agar selalu kembali pada jalan yang benar dan lurus...
Sekian saja buat kali ini..insya Allah jumpa lagi..tidak ada yang bergerak walau sekecil zarahpun melainkan dengan izin Allah...ucapan perpisahan, selawat beramai-ramai ke atas junjungan Rasulullah SAW... :)
"Dan berilah peringatan, kerana sesungguhnya peringatan itu memberi manfaat bagi orang yang beriman," (Adz-Dzaariyat : 55)
habibatil kareemah,
alhamdulillah ukhti akan ke Kedah dalam masa yg singkat ini ... ana yakin inshaALlah - ukhti, suami dan Iman akan tiba ke "your new jannah" as you've mentioned in your blog berpayung lindungan barakah dan redhaNya jika langkah ukht dalam niat dan cara yg menepati kehendakNYA ...
ukht yg dikasihi,
ana sebenarnya tak tahu apa yg boleh ana kongsikan dgn ukht, demi khaeer dan demi menceriakan hati seorang sahabat yg sangat ana kasihi ... sehari demi sehari, ingin ana balas email ukhti segera tapi mungkin masa, mungkin kemudahan, mungkin juga 'aql dan hati yg lemah tak mampu mencoretkan apa-apa yg bermanfaat buat teman yg dikasihi ... ukhti sayang, ana harap ukhti berangkat ke bait baru dgn penuh harapan dan husndzonn pd ALlah begitu juga ingatan terhadap tanggungjawab dan perjanjianNya dengan kita ... ukhti melangkah ke arah bahagia, kebebasan dan inshaAllah kebaikan demi kebaikan di utara sana ... moga ukhti juga ingat ukhti sedang melangkah ke alam baru, "negeri orang" dan mungkin peranan "baru" sebagai surirumah sepenuh masa ... usah terleka dengan tanggapan yg segalanya akan indah dan mungkin "kerjaya" baru ukht adalah jauh lebih mudah ...
ukhtil kareemah,
sudah biasa dengan jadual kerja dan wang sendiri, ana harap ukht akan cepat "mesra" dgn jadual kerja baru : 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 30 hari sebulan, 365 setahun :) selamat datang ke dunia kami, para ibu yg meraikan malam dan hari bersama-sama dan demi anak-anak serta suami ... tanpa mengharapkan gaji, sekadar nafqah yg mencukupi ... istimewanya kerjaya ini ukht, ana tinggalkan pd ukht untuk mencari dan merasainya sendiri - selain drpd apa yg telah dinukilkan dari seerah dan pengalaman-pengalaman ibu-ibu yg lain ...
ukht ...
ana dah tulis banyak sebenarnya, tapi lepas tulis dan fikir balik ... ana rasa sangat lemah untuk terus "menasihati" ... cukuplah setakat ini buat masa ini ... ana rasa ukht juga sudah banyak dibekalkan dengan kata nasihat dan perangsang inshaALlah ... ana mendoakan yg terbaik untuk ukht dan moga panduan serta pengalaman ukht dapat ukht gunakan sebaiknya dalam menempuhi hidup ukhti esok hari dan hari-hari yg seterusnya ... doakanlah ana juga ye ukht ... ana suka untuk terus berkongsi dgn ukht, cuma masa ini ana malu pd ALlah Taala dan juga ukht, ana malu pd diri ana sendiri kerana kdg2 ana rasa 'aql ana lebih kuat dari hati & amal yg terlalu sedikit! allahummaghfirli ... tapi ukht jgn serik bercerita dan berkongsi tazkeer dgn ana ye! :)
satu perkara mungkin - ana ada ceritakan kisah ukhti secara am dan anonymous pd seorg kawan ana yg terpisah jauh dgn suami sbb masa dan jarak ... i told her that, ukht dan suami dekat saja - dlm Malaysia - tapi begitu banyak yg menghalang antuma, and you're strong and getting stronger inshaALlah ... so keep it up ya! macam tulah hidup ni kan ukht, sometimes we feel that we have the biggest problems on earth tapi hakikatnya ada org yg lebih merana dr kita kerana dunia, apalagi yg merana kerana tak dapat hidayah! para kekasih ALlah pun diuji hebat, inikan kita? moga ALlah lindungi kita dengan hidayah dan keredhaanNya sentiasa ...
tabahlah ukht, dan terus tabah ... kami mengiringimu dengan du'a, ALlah bersamamu setiap ketika!
Posted by am0i Ida at 10:37 AM 0 comments
Labels: personal
Tuesday, August 16, 2005
Tepuk dada tanya...

Teringat kata-kata ayah (ayah angkat) ku sewaktu aku dan adik-beradik singgah di rumah ayah. Pasal citer Ayah Pin. Apa yang ayah kata tu memang masuk akal. Mesti orang cakap, kenapa yang jadi pengikut Ayah Pin tu kebanyakannya orang-orang terpelajar, skolah agama dan alim kata orang...tapi mengapa sampai bole sesat sebegitu? Sebab mereka mendalami ilmu ghaib. Manusia nie bila dah bersahabat dengan syaitan dan jin, maka secara tak langsung mereka tidak dapat lagi membezakan antara kebaikan dan kejahatan serta kewarasan. Ini adalah kerana mereka telah dibutakan dan dikelirukan oleh makhluk yang telah berjanji untuk menyesatkan umat Muhammad, selain dari diri mereka sendiri yang menjadikan hawa nafsu sbg tuhan mereka. Ini pendapat peribadi aku berdasarkan pertimbangan yang aku telah lihat dan pengalaman abang aku sendiri yang pernah belajar kat skolah pondok. Memang tidak dinafikan kat skolah-skolah agama ada je citer pasal nie. Tapi masyarakat yang melihat hanya mengatakan, "Tengok, skolah agama.." Perkara sebegini perlu dilihat dengan teliti dan cuba kita ambil pengajaran dan panduan bagaimana mengatasi daripada kita sekadar melempar tuduhan dan menyalahkan pihak itu dan ini. Jangan kerana title belajar agama, skolah agama terus kita tutup pintu hati kita untuk hantar anak-anak kita belajar agama di skolah agama takut anak kita sesat macam mereka yang sesat. Sebenarnya perkara nie terletak pada nawaitu kita. Apa matlamat kita pegi belajar, adakah betul-betul nak belajar mendalami ilmu atau sekadar ikut orang atau kena paksa dengan ibubapa. Memang latar belakang skolah dan guru juga memainkan peranan tapi kita yang berpihak sebagai majoriti yang melihat lagilah memainkan peranan. Ummun Madrasatun (Ibu itu sekolah).
"Aku telah rela dengan Allah sebagai Tuhanku, dan dengan Islam sebagai agamaku, dan dengan Muhammad sebagai sebagai nabi dan rasulku,"
Wallahu'alam.
Hati aku gelisah, buat kejapun takde mood. Terkenangkan bonda tersayang yang amat tertekan di saat ini. Mehla mami, ikut Ida kita pegi dok Kedah. I will take u to my new jannah, insya Allah to my biah solehah. Tanpa terjemahan Al-Quran buat aku tercari-cari. Betapa lemahnya aku dalam ingat mengingati.
"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir," - Al-Baqarah : 284-286
Posted by am0i Ida at 7:29 AM 0 comments
Labels: family
Thursday, August 11, 2005
Gelombang tsu-mawi
Mengunjungi blog ukhti fillah, Rin, membuatkan diri ingin juga menyelit di sini. Semalam masa aku sampai umah, dah pasang ASTRO rupanya! Gara-gara mawi la nie. Penangan mawi. Betul, diri kita sendiripun terikut-ikut untuk mengetahui citer tentang mawi, tentang AF. Mana-mana orang memperkatakannya. Makcik-makcik, yang lelaki pun tak lepas sebut nama Mawi. Alangkah indahnya jika Mawi bertukar jadi pendakwah, tiba-tiba dengan spontan mengajak manusia kepada kebenaran..terus pengsan agaknya peminat2nya...
Yang pasti gelombang tsu-mawi merupakan salah satu budaya hedonisme. Ye ke? Mari baca nie...
assalamualaikum.
hari ini kita dikejutkan dengan budaya hedonisme yang boleh dianggap sebagai melampau yang dianjurkan oleh pihak2 yang hanya mementingkan keuntungan daripada memikirkan kesan yang akan diperolehi terutamanya terhadap golongan muda-mudi(melayu-islam).soalan saya,sejauh manakah peranan ulama' dalam menanggani permasalahan ini?
Jawapan:
Ulama memang berperanan dalam isu ini. Bahkan mereka dituntut untuk menanganinya. Antara usaha yang boleh dilakukan ialah dengan memberi nasihat yang berguna kepada masyarakat melalui pelbagai saluran yang ada. Samada melalui ceramah, penulisan dan sebagainya.
Kecenderungan untuk bersuka-sukaan dan bermewah-mewahan diistilahkan sebagai budaya hedonisme. Budaya yang mengutamakan aspek keseronokan diri ini seperti memiliki barangan yang berjenama, minum arak, berjudi, bermain muzik, berhibur di kelab-kelab malam dan sebagainya itu sememangnya mempesonakan dan menggiurkan golongan remaja. Gejala sosial yang kian membimbangkan pelbagai pihak ini dikesan dirangsang oleh pengaruh iklan, rakan-rakan serta keadaan persekitaran.
Sungguhpun keinginan untuk hidup senang dan mewah adalah sebahagian daripada naluri semula jadi manusia, namun bersuka-sukaan dan bermewah-mewahan secara berlebih-lebihan itu tidak boleh dibiarkan terus menular dan membudaya dalam masyarakat kita. Ini kerana budaya hedonisme boleh mengakibatkan pelbagai gejala negatif. Di samping ia boleh menjerumuskan masyarakat ke dalam kancah jenayah, amalan berhutang dan fitnah menfitnah, budaya hedonisme juga berpotensi membuat manusia leka dan lalai daripada melaksanakan kewajipan hakikinya sebagai hamba Allah dan sebagai anggota keluarga ataupun anggota masyarakat.
Sejarah telah memperlihatkan kepada kita bahawa bangsa yang lena dibuai dengan pelbagai kesenangan dan kemewahan hidup serta didodoikan dengan pelbagai jenis hiburan akan menjadi lalai dan alpa terhadap kewajipannya hatta menyebabkan mereka menjadi lemah dan terjajah. Pengajaran ini terungkap pada sejarah keruntuhan kerajaan Abbasiah, kerajaan Uthmaniah, kesultanan Melaka dan lain-lain lagi, di mana pemerintah dan rakyat lena dibuai kemakmuran negara sehingga lalai mengantisipasi ancaman musuh. Demikianlah juga dengan budaya hedonisme yang sedang menular dalam masyarakat kita hari ini turut mengakibatkan penyakit lalai di ka-langan masyarakat. Sebagai contoh, seseorang yang asyik berhibur dengan berkaraoke dan bersuka ria bersama rakan-rakan di kelab-kelab malam tertentu akan dilalaikan oleh perbuatannya daripada melaksanakan kewajipannya terhadap Allah seperti bersembahyang, berpuasa dan sebagainya di samping lalai terhadap kewajipannnya terhadap sesama manusia seperti memberi perhatian yang sepenuhnya sama ada kepada ibu bapa mahupun kepada isteri dan anak-anak.
Sesungguhnya syaitan telahpun berjanji akan melalaikan dan menyesatkan manusia daripada jalan Allah dengan apa cara sekalipun. Pelbagai kemewahan dan hiburan di dunia ini adalah di antara senjata syaitan dan konco-konconya untuk menjerumuskan manusia kepada kelalaian dan kesesatan. Justeru, Allah menganjurkan kita semua supaya memikirkan hal ini dan berusaha menghindari diri daripada terpedaya dengan tipu daya syaitan seperti keseronokan hidup di dunia yang bersifat sementara ini. Firman Allah:--
Maksudnya:
"Dan tidak (dinamakan) kehidupan dunia melainkan permainan yang sia-sia dan hiburan yang melalaikan; dan demi sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang yang bertakwa. Oleh itu, tidakah kamu mahu berfikir?"
(Q.s. Al-An'am: 32).
Firman-Nya lagi:
"...Dan (ingatlah bahawa) kehidupan di dunia ini (meliputi segala kemewahan dan pangkat kebesaran) tidak lain hanyalah kesenangan bagi orang yang terpedaya."
(Q.s. Ali Imran: 185).
Memang tidak dapat dinafikan bahawa budaya hedonisme atau budaya berhibur ini turut dikesan semakin menjadi kegemaran di kalangan kaum remaja di negara ini. Masalah ini sangat berat dan membimbangkan kerana ia membabitkan golongan muda yang bakal mewarisi dan memimpin negara ini pada masa depan. Justeru, pembabitan semua pihak perlu dalam mengatasi budaya ini tanpa diletakkan di atas bahu kerajaan semata-mata. Ia boleh dibendung jika semua pihak berganding bahu kerana kerajaan atau remaja tidak dapat mengatasi semua masalah berkenaan secara bersendirian.
Dalam hubungan ini, kita harus sedar bahawa masalah sosial remaja berkait rapat dengan pembentukan budaya yang tentunya bermula dari rumah. Sehubungan itu, para ibu bapa harus memainkan peranan utama dalam memastikan anak-anak tidak terpengaruh dengan budaya hidup yang tidak sihat seperti budaya bersuka-sukaan dan bermewah-mewahan secara berlebih-lebihan yang mengundang banyak risiko kepada anak-anak itu sendiri di samping menimbulkan banyak masalah kepada keluarga, masyarakat dan negara. Sungguhpun ada di kalangan saudara-saudara yang barangkali berkemampuan untuk memberikan apa saja kepada anak-anak, namun perbuatan menyogokkan mereka dengan wang Ringgit serta pelbagai kemewahan bukanlah cara yang terbaik untuk mendidik dan menyayangi mereka kerana ia boleh menjadikan mereka materialistik dan lalai. Sebaliknya, suburkanlah anak-anak ataupun golongan remaja kita dengan iman dan takwa melalui didikan yang sempurna serta pemberian kasih sayang yang secukupnya.
Selain tugas ibu bapa, pertubuhan atau badan-badan bukan kerajaan (NGO) yang berkaitan perlu digerakkan bagi membentuk generasi remaja yang bersifat terbuka dan berlandaskan ajaran agama, budaya dan jati diri yang kukuh. Pengetahuan serta pemahaman terhadap nilai budaya dan moral serta kupasan masalah sosial daripada kaca mata saintifik, tingkah laku dan sosial perlu diterapkan kepada remaja secara berterusan. Ini penting kerana tanda keruntuhan nilai budaya dan moral di kalangan remaja semakin terasa di negara ini sejak kebelakangan ini.
Justeru itu, cara terbaik dan mustajab bagi menangani gejala sosial yang melanda masyarakat ini ialah dengan mentarbiah diri sendiri, anggota keluarga dan masyarakat supaya kembali kepada ajaran Islam. Segala petunjuk serta peringatan Allah dan Rasul-Nya harus kita ambil perhatian dan hayati sungguh-sungguh ke arah membentuk diri lebih beriman dan bertakwa. firman Allah:
Maksudnya:
"Sedarlah wahai orang-orang yang lalai. (Sebenarnya kamu tidak ingatkan kesudahan kamu) bahkan kamu sentiasa mencintai (kesenangan dan kemewahan dunia) yang cepat habisnya. Dan kamu tidak menghiraukan (bekalan untuk) hari akhirat (yang kekal abadi kehidupannya)."
(Q.s. Al-Qiamah: 20-21).
Wallahu a'alam
sumber: e-ulama.org
Posted by am0i Ida at 3:44 PM 0 comments
Labels: family
Hijrah satu wawasan
Saje je letak tajuk hijrah satu wawasan, memetik tajuk nasheed kumpulan Inteam rasanya. Aku pun tak ingat.
Sebenarnya, pagi nie aku ngantuk betul..dahla suasana kat opis nie berasap je..walaupun aku kat tingkat 21 tapi dah cukup berasap kat sini..kut mana udara tu masuk kut situla asap jerebu nie masuk yer tak...apapun, semalam buat pertama kalinya aku berniqob depan public..tp menggunakan topeng jerebu tu la! ehe..aku rasa macam sorang doktor yang nak bedah patient...dalam buspun aku tak bukak, setat aku beli menda tu kat mydin aku terus pakai sampai la aku menjejakkan kaki ke umah.
Ada ke nak darurat bila IPU dah cecah paras bahaya? Tahapahapa tah gomen nie. Nak tunggu spital penuh dah tak muat baru nak darurat agaknya. Yang pasti family day opis aku ditangguhkan. Alhamdulillah...macam aku nak pegi pun :)
Tak lama lagi, seminggu lagi aku akan meninggalkan tanah kelahiran ku ini untuk bertukar angin ke belah utara pulak. Kali nie aku seolah-olah tak rasa apa-apa, tak rasa excited nak pindah dan tak rasa sedih nak pindah. Aku rasa cam takde paper berlaku. Tapi yang pasti aku akan bagi notis 24 jam, sebab dulu aku dah bagi notis 3 bulan tapi mak aku suruh tarik balik. Bapa kali nak tebalkan muka jumpa bos ye tak. Bayarpun bayar la..lagipun sebulan gaji, tak macam sesetengah company 3 bln gaji...lagipun mak abah aku bagi lampu hijau. Tunggu dapat gaji baru aku blah.
Aku ingat sampai opis kul 6.55 pagi nie aku nak tido jap tapi terfikir nak update blog nie. Pas nie aku rasa aku tak mungkin cam skang. Mungkin aku update sebulan skali atau tak update langsung. Pc aku kat umah tu ada problem, kena set up balik intenet sume tu..so aku tak pasti CC ada ke kat sana. Lagipun macam aku nak pegi CC. So aku rasa pasnie blog nie menyepi dan bersawang tidak lama lagi, ehe....
Doakan kebahagiaan dan keistiqamahan aku di mana saja aku berada. Aku tak pasti tapi mungkin permulaan aku akan kekok dok tempat yang asing dan sunyi. Tapi yang pasti keja-keja kat umah nu akan bertukar tangan kepada adik-adik aku yang rajin tu. Bila dah jauh nie leh bajet mesti rindu-rindunya derang nie. Masa dekat nak bercukau je...suami akupun dah dapat umah sewa dan tinggal nak pindah je. Patut semalam dah pindah tapi dia kena stayback kat opis so tu yg tertangguh tu. Suami aku siap lukih pelan umah. Murah tu sewa kat sana..umah teres setingkat 3 bilik baru rm250, kalau kat kl jangan harap...
Ini semua akan terjadi dengan izin Allah. Jika takde aral melintang, mudah-mudahan takde masalah. Aku akan berangkat betul-betul pas walimah abang aku selesai.
Posted by am0i Ida at 7:07 AM 0 comments
Wednesday, August 10, 2005
Tuesday, August 09, 2005
Rumahku syurgaku?
Tak dapat nak update kerana keadaan tak mengizinkan. Kena buat keja triple tu. Kalau tak, memang dah panjang berjela citer aku pasal family aku yang huru hara skang.
Ingat baru nie dah ok. Tapi mana nak ok kalau bapak aku dah ada orang baru. Mana pandang dah orang lama dan anak-anak dia nie. Tapi ok lagi sebab dia still balik umah. Cuma menda nie dah sampai libatkan pejabat agama dan polis. Jangan tak tahu sampai ugut mengugut tu. Dasyat betul ehe...
Malas aku nak citer apa yang berlaku. Takkan aku nak aibkan mak bapak aku sendirikan. Kalau aku citerpun untuk pengajaran semua. Inilah risiko. Setiap apa yang kita buat memang ada risiko sampai ada kursus pengurusan risiko, risk management. Kalau bercinta dengan manusia risiko dia akan dikecewakan oleh manusia itu sendri. Pengajaran yang bagus buat aku, jangan cakap besar dan jaga mulut bila bercakap. Kalau aku citer, bole buat filem. Penuh tragis dan dramatik.
Hari tu abang, aku dan adik2 pegi umah mak ayah angkat aku. (Selepas ini disebut sebagai mak ayah). Memula aku tak citer tapi abang aku yang bukak citer. Menangis ayah dengar. Mak pun sama. Ayah ingat dah ok dah sebab derang tahu citer2 lama mak ayah kandung aku (selepas ini disebut mami dan abah). Tak sangka derang abah aku buat camnie. Bayangkan mak ayah yang takde talian darah dgn kitorangpun menangis apalagi sedara mara kalau derang tahu. Tapi aku rasa kalau sedara mara abah aku tahu derang takkan nangis. Sebab derang bkn rapat macam serapat mak ayah aku nie. Aku cam biasa kontrol macho, tak nangis depan derang. Ayah memang terkenal dgn sifat penyedih dia. Mak yang kebalpun nangis. Derang pesan kat adik lelaki aku (sebab dia sorang je lelaki tak kahwin lagi, abg aku bakal kahwin), jaga adik2 baik2..kalau dah jadi apa-apa sok, jangan pegi tempat lain, datang sini, ayah terima. Sebab adik2 aku tak rapat dgn derang, yang rapat aku dengan abang aku je sebab kami je yg derang bela sejak kecik.
Mengimbas kisah kecik2 dulu, abg aku sampai kena ikat nak suruh balik umah. Punyalah akrabnya dengan mak ayah angkat nie. Derang pegi memana tak penah tak bawak kami. Mana tak kamcing. Bila dah besar aku dah reti malu nie tu yg segan nak tido umah derang. Yelah, derang bukan muhrim. Tapi aku bersyukur sebab aku ada 2 mak dan ayah. Kandung dan angkat. Syukurlah mak aku ada tempat nak mengadu. Kesian mak aku. Tapi aku rasa bila abah aku nikah dengan Indon, mak aku dapat banyak kelebihan.
Jazakumullah pada semua yang kasik support kat aku. Lumrah kehidupan manusia. Adik ipar aku sndiri pun dah mengalami. 3 tahun tak mengaku bapak tu. Aku? Dulu aku penah berpendirian macam tu tapi skang takde pekdahnya sebab bapak tetap bapak. Ujian itu manis kerana hikmah yang kita dapat sebenarnya adalah untuk kebaikan kita sendiri. Antaranya ialah aku dapat ikut suami aku bila-bila yang aku suka. Alhamdulillah. :)
Posted by am0i Ida at 7:37 AM 0 comments
Wednesday, July 27, 2005
Sebuah pengertian
Akupun tatau nak boh tajuk apa kat atas. Aku tengah banyak keja nie. Mungkin sebab Allah kesiankan aku, tanak aku dok pikir sgt masalah nie. Skang aku tengah kemaruk sms dgn mak dan abah aku, cuba pulihkan apa yang patut. Jari2 nie dah sakit dok tekan2 nie. Sms adik2 aku lagi. Cam ketua keluarga skang nie. Hikmah yang paling berharga lam hidup aku skang..aku akan manfaatkan sebaik2nya. Doakan. Nak sambung keja..
Posted by am0i Ida at 12:40 PM 0 comments
Labels: personal



