Tuesday, July 26, 2005

Mengapa tergamak dirimu?

Saat nie aku rasa cam nak nangis, walaupun aku cuba tahan dari menangis. Aku benci nangis. Bukan aku sombong, tapi aku tak mahu menangis kerana ia takde kena mengena dengan Allah, walaupun hal yang terjadi nie datangnya dari Allah. Akukah yang pura-pura bertahan, kononnya ego untuk mempamerkan kelemahan aku sebagai wanita yang terkenal dengan air matanya. Bukan apa, aku tak mahu cepat putus asa, sebab tu aku tak suka dan tak nak nangis.

Masa mula-mula menda nie terjadi, aku pikir satu kebaikan buat aku ialah aku dapat segera pindah ke Kedah, ikut suami aku di sana. Tapi skang aku rasa tafsiran aku silap. Perkara nie menyebabkan plan dan strategi aku berubah. Aku tak leh lepas tangan, aku ada tanggungjawab sebab aku kakak sulong. Dahla abang aku nak kahwin bulan depan, jadi lak hal camnie.

Ya Allah, Kau tunjukkanlah..berilah hidayahMu pada kami semua. Aku buntu. Pagi tadi aku rasa nak mengamuk je bila keadaan semakin tak stabil. Aku rasa kalau aku mengamuk baru mak aku cool kut. Tapi kalau cool pun kejap je sebab penangan kali nie amat berat. Terlalu berat bagi seorang wanita. Masa mula-mula kejadian nie meletus, aku kecut perut dan skang aku menaip dalam keadaan jari yang terketar-ketar. Seolah-olah aku sedang takutkan sesuatu. Tadi panggilan telefon dari adik aku sudah cukup buat aku cemas, walaupun aku dah tahu perkara nie. Cuma aku harap mak aku tak buat sesuatu yang tak sepatutnya. Beginilah jadinya bila sunnah itu disalahgunakan. Inilah jadinya kalau tak nak berbincang atau syura. Beginilah jadinya bila kecintaan itu pada manusia. Manusia sifatnya sementara dan berubah-ubah sedangkan Allah itu bersifat kekal. Mak dan pak aku kena tukar konsep. Kalau anaknya ini boleh melakukannya mengapa tidak ibu bapa kandungnya.

Rumah aku huru-hara. Lengang dan membisu. Adik ipar aku kata selenga. Namun kadang-kadang tak semena-mena bergegar dengan 'ledakan bom' yang bertalu-talu lalu mencetuskan kekecohan. Mengapa bapak aku tergamak melakukan ini semua walaupun aku dah tahu menda nie satu ari akan berlaku? Mengapa ketika ini dan di waktu-waktu ini? Zaman kamu sudah senja bapak, mengapa kau biarkan nafsu bermaharaja lela. Di sebelah mak aku pula, aku nie cakap senang la itu ini tapi tak kena batang hidung aku sniri. Ia tak salah tapi caranya saja tak kena, pada keadaan, masa dan tempatnya. Skang nak tarik balik camna? Terlajak perahu boleh diundur, terlajak kata dan perbuatan buruk padahnya. Inilah jadinya bila bapak aku kahwin lagi satu...

Monday, July 25, 2005

Pesan ikhwan buat akhwat

Sebenarnya aku ada berita tergempar tapi aku tengah tunggu dan lihat. Sekarang nie aku ada something nak bagi. Buat tatapan ukhti fillah yang ku sayangi di luar sana, yang masih harum mekar belum di petik orang...ana doakan agar antum akan disatukan dengan ikhwah yg berada di jalan ini..di jalan onak dan duri..walaupun begitu manisnya tidak terperi...hanya bagi yang mengerti :) Kredit kepada Nailofar.


Ukhtifillah..
(Surat Terbuka Seorang Ikhwan untuk Seluruh Akhwat di Dunia)

Ukhtifillah,
Mungkin aku memang tak romantis tapi siapa
peduli?
Karena toh kau tak mengenalku dan memang tak
perlu mengenalku.
Bagiku kau bunga, tak mampu aku samakanmu
dengan bunga terindah sekalipun.
Bagiku manusia adalah makhluk yang terindah,
tersempurna dan tertinggi.
Bagiku dirimu salah satu dari semua itu,
karenanya kau tak membutuhkan persamaan.

Ukhtifillah,
Jangan pernah biarkan aku manatapmu penuh,
karena akan membuatku mengingatmu.
Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu.
Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap
dinding khayalku.
Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa,
sesemangat mentari.
Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam khayalku
yang masih penuh Lumpur.
Karena sesungguhnya dirimu terlalu suci.

Ukhtifillah,
Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan
mimpi tak berujung.
Ada ingin tapi tak ada henti.
Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat
selalu, meski ujung penutupmu pun tak berani
kusentuh.
Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku
karena sucimu kaupertaruhkan.
Mungkin kau tak peduli
Tapi kau hanya menjadi wanita biasa di hadapanku
bila kau kalah.
Dan tak lebih dari wanita biasa.

Ukhtifillah,
Jangan pernah kautatapku penuh
Bahkan tak perlu kaulirikkan matamu untuk
melihatku.
Bukan karena aku terlalu indah, tapi karena aku
seorang yang masih kotor.
Aku biasa memakai topeng keindahan pada wajah
burukku, mengenakan pakaian sutra emas.
Meniru laku para rahib, meski hatiku lebih kotor
dari Lumpur.
Kau memang suci, tapi masih sangat mungkin kau
termanipulasi.
Karena kau toh hanya manusia-hanya wanita.

Ukhtifillah,
Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci yang
dengan sepenuh hati membawamu kehadapan
Tuhanmu.
Untuknya dirimu ada, itu kata otakku, terukir dalam
kitab suci, tak perlu dipikir lagi.
Tunggu sang lelaki itu menjemputmu, dalam
rangkaian khitbah dan akad yang indah.
Atau kejar sang lelaki suci itu, karena itu adalah
hakmu, seperti dicontohkan ibunda Khadijah.
Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir
dalam kitab suci.

Ukhtifillah,
Bariskan harapanmu pada istikharah sepenuh hati
ikhlas.
Relakan Allah pilihkan lelaki suci untukmu,
mungkin sekarang atau nanti, bahkan mungkin tak
ada sampai kau mati.
Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua
lelaki di fana saat ini.
Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu,
yang kaubangun dengan segala kekhusyu'an
tangis do'amu.

Ukhtifillah,
Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tapi itu
pilihan-Nya.
Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah.
Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki yang
terpilih itu, melainkan pada jalan yang kaupilih,
seperti kisah seorang wanita sudi di masa lalu
yang meminta ke-Islam-an sebagai mahar
pernikahannya.
Atau mungkin kebaikan itu terletak pada
keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih
Tertinggi.
Kekasih tempat kita memberi semua cinta dan
menerima cinta
dalam setiap denyut nadi kita.


---

Adapted from article : Wanita Suci
In Asih Retno

(dapat daripada Diana Bandung)

Friday, July 22, 2005

Kisah mangkuk cantik, madu dan sehelai rambut

Suatu ketika, Rasulullah SAW, Abu Bakar, Umar dan Uthman berkunjung sebagai tetamu ke rumah Ali. Di sana mereka dijamu oleh Fatimah, puteri Rasululllah SAW sekaligus isteri Ali bin Abi Thalib. Fatimah menghidangkan untuk mereka semangkuk madu. Ketika mangkuk itu diletakkan,sehelai rambut jatuh melayang dekat mereka. Rasulullah SAW segera meminta para sahabatnya untuk membuat perbandingan terhadap tiga benda tersebut, iaitu mangkuk yang cantik, madu dan sehelai rambut.Abu Bakar yang mendapat giliran pertama segera berkata, "Iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini. Orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut".

Rasulullah SAW tersenyum, lalu menyuruh Umar untuk mengungkapkan kata-katanya. Umar segera berkata, "Kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini. Rajanya lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Rasulullah SAW kembali tersenyum, lalu berpaling kepada Uthman seraya mempersilakannya untuk membuat perbandingan tiga benda di hadapan mereka. Uthman berkata, "Ilmu itu lebih cantik dari madu yang cantik ini. Orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu, dan beramal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Rasulullah SAW kembali tersenyum kagum mendengar perumpamaan yang disebutkan para sahabatnya itu. Baginda pun segera mempersilakan Ali bin Abi Thalib untuk mengungkapkan kata-katanya. Ali berkata, "Tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini. Menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai kembali pulang ke rumahnya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Rasulullah SAW segera mempersilakan Fathimah untuk membuat perbandingan tiga benda di hadapan mereka. Fathimah berkata, "Seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik. Wanita yang mengenakan purdah itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seorang wanita yang tidak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Setelah mendengarkan perumpamaan dari para sahabatnya, Rasulullah SAW segera berkata, "Seorang yang mendapat taufiq untuk beramal lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini. Beramal dengan perbuatan baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat amal dengan ikhlas, lebih sulit dari meniti sehalai rambut."

Malaikat Jibril yang hadir bersama mereka, turut membuat perumpamaan. "Menegakkan tiang-tiang agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik. Menyerahkan diri, harta dan waktu untuk agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehalai rambut".

Allah SWT membuat perumpamaan dengan firmanNya dalam hadis Qudsi, "SyurgaKu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu. Nikmat syurgaKu itu lebih manis dari madu dan jalan menuju ke syurgaKu lebih sulit dari meniti sehalai rambut". Wallahhualam..

credit to ukhwah.com

Thursday, July 21, 2005

Mak dan Ayah

Kebelakangan nie agak sibuk sket. Bukan sibuk apa, sibuk siapkan bunga telur untuk perkahwinan abang aku tak lama lagi. Setiap kali aku buat bunga telur untuk abang aku, setiap kali tu aku rasa sedih. Sebab terkenangkan gubahan bunga telur abang aku. Sedih tengok. Macam tak caya je tu abang aku buat. Ada ke nak kasik orang camtu. Aku tergelak masa abang aku tunjuk. Abang aku kata dia saja je nak test buat sendiri. Sampai cair warna riben yang nak dibuat bunga tu, sebab lama dok terperap lam keta dia.

Minggu lepas la, aku pegi ziarah abang aku kat Sg. Siput. First time aku pegi umah abang aku sejak dia keja kat sana. Nyaman dan segar..tapi segar lagi suasana kat umah bakal wife dia. Bestnya umah lam kawasan dusun tu! Sampai naik 'se-eh' aku makan durian n buah-buahan. Free of charge. Kalau jualpun sebiji durian baru lima ploh sen. Kat kl tak merasa harga camtu.

Hari tu Iemaan pegi telan skru belakang jam alarm. Aku terkejut gak sebab takde lak dia tercekik. Patut aku tengok beria-ia dia gigit skru lagi satu. Tengok-tengok satu lagi dah takde. Ayah aku kata takpe nanti kuar balik bila dia buang air besar. Setakat nie tisu dan kertas dah makan. Isk...kitapun tak terhandle dibuatnya. Kadang-kadang tak pasan. Ada skali tu masa aku lam bilik, iron yang panas tu dia nak pegi usik. Syukurlah nenek dia nampak. Kalau tak, hmmm...

Tadi aku tergerak nak call mak ayah angkat aku, sebab semalam abah aku mention pasal nak jemput derang. Derang bela aku dan abang aku masa kecik. Last time aku gi umah derang masa aku nak nikah dulu. Alhamdulillah mak bagi positif response. Risau gak kot2 derang kecik ati ke sebab lama dah aku tak kontek. Nak cerita pasal hubungan kami agak komplikated. Bukan ada talian darahpun tapi hubungan yg pernah terjalin dulu begitu akrab. Tapi sayang dah tak seperti dulu disebabkan hal-hal tertentu. Aku tanya skali salah sorang anak mak angkat aku yang dok kat kedah. Bestnya sebab dah ada sedara, takla rasa terpencil nanti. Rindu lak kat mak dan ayah. Ayah angkat aku baru operation masuk besi lam kaki. Umah derang tu dalam proses mahkamah, sebab area umah tu nak robohkan oleh kerajaan. Tapi derang bukan umah setinggan tapi tanah lot. Akupun tatau citer sebenar. Yang aku tahu nanti situ nak buat projek kerajaan dan derang diberi pampasan. Tapi pampasan sket je. Skang nie tunggu dan lihat. Mak kata, tanah terlebih tu derang akan buat rumah untuk derang berdua. Alhamdulillah, aku gembira sangat sebab dapat cakap dengan derang. Risau gak, takut tak sempat sebelum masanya. Yelah, derang dah tua, harapnya aku dapat jumpa derang, nak bawak Iemaan.

Mak seprais bila tahu aku dah ada anak satu. Jangan kata Iemaan, suami akupun derang tak tengok lagi...

Wednesday, July 20, 2005

Ok dah!



"Ummi..Iemaan tak masam dah.." Pulak.. Yerla, dapat main pokok bunga nenek.. :) Gambar nie amik semalam, ehsan neneknya handset chokia.

Monday, July 18, 2005

Nak pegi mana tu?


Nak pegi mana tu?
Originally uploaded by amoisy.
Bukti Iemaan masam bila dok dalam stroller.

Friday, July 15, 2005

Derita Pelarian Palestin

An Israeli army soldier aims his weapon at Palestinian youth during clashes in the West Bank town of Tsurif Wednesday April 13, 2005.Merujuk kepada entry Bilamana hak manusia diperlekehkan oleh kuasa besar, di bawah nie rujukan bagi yang terlepas tengok Majalah 3 mengenai rencana tersebut.

Menyusur derita rakyat Palestin

Thursday, July 14, 2005

Kisah benar

Berikut merupakan reply email dari seseorang kepada seseorang. Kandungan e-mail tersebut berdasarkan kisah benar yang berlaku dalam kehidupan berumahtangga. Nama yang dipaparkan telah diubah dan diharap menjadi pengajaran kepada semua.

wswbt seri

alhmdh saya sehat dan saya harap awakpun begitu juga..
saya harap awak bykkan bersabar dan istighfar...Allah nak uji tu dan kita sbg manusia kena terima semua tu dgn tenang..saya tahu perasaan awak..saya rasa awak dgn saya sama je perangai..maklumla anak kedua..atas awakpun abg awak kan, lelaki..bawah ada lagi adik2..pastu kita nie anak pompuan sulong..hehe biasalah tu..

jgn kata awak singa betina sayapun lebih singa dr awak..cuma bila dah kawen nie saya jrg menyinga (saya menyinga dulu kat adik beradik saya)...

saya faham..sayapun mmg tak suka org campur tgn dlm hal keluarga walaupun derang tu family kita sniri..sbrnya menda nie mmg kalau tak dikawal bole bawak kepada 'peperangan meletus' antara husband and wife..saya rasa awak lagi penyabar dari saya..saya nie menda kecikpun kdg2 cepat je nak ngamuk, kesian kat suami saya walaupun saya tak tunjuk tp dia bole agak...

saya tak marah atau kecik ati langsung awak tak jadi nak beli umah..mmg tak de rezeki kita nak berjual beli..umah sayapun setakat nie takde org seres nak bayar lg..

saya tanak keruhkan keadaan dgn menyatakan apa2 tentang abg ipar awak tu..cuma pendpt saya mmg umah kat kl byk tapi byk umah bukan atas tanah..maksud saya umah flat, apartment bykla..umah atas tanah mcm teres, banglo mmg sket je..ada pun mmg mahal giler...kdg2 harga tak masuk akal pun ada...tp itula kenyataan umah kat kl...

seri saya sebenarnya nak ucap terima kasih byk2 sb sudi kongsi masalah awak dgn saya..saya mmg perlukan kawan mcm awak sb kita sama2 dah kawin dan ada anak dan ada masalah yg lebih kurang sama...at least awak atau saya sama2 dpt release tension dgn menceritakan masalah masing2...walaupun takde penyelesaian tapi at least hati kita cool sket...

itulah gunanya sahabtkan..bersama di waktu senang atau susah...

bila saya dah kawen, baru saya sedar dan perasan..kita kena belajar how to give and take..sb kita skang nie perlukan persepakatan utk hidup bersama..tak mcm masa bujang dulu bole buat keputusan sniri walaupun parents ada tapi hak kita, kita punya suka nak camne..

tp bile dah married, kena ikut ckp suami..tp saya fikir kita masih bole dikategorikan sbg isteri yg bertuah sb dpt suami yg ada pelajaran dan at least dpt bagi kita nafkah kalau nak dibandingkan org lain yg suaminya takde pelajaran dan kais pagi makan pagi...dgn berfikir mcm tu kita dpt kurangkan rasa depress kita...

saya tengok kat majalah 3 kat tv3, sebuah keluarga daif, duduk kat tepi sebuah kilang lama..dekat sarawak..makanan harian derang nasik berlaukkan sayur dan siput babi...mcm tak percaya tapi itulah hakikatnya..kesian tgk..anak2 derang mandi kat sungai yg tatau bersih ke tak air tu...suami dia keja buruh je..isteri jadi housewife..daif dan harapkan belas org..isteri dia anak 5, sanggup jaga semua anak dan redha dgn ketentuan...kalo saya agaknya tataula...mungkin cam org lain lari tinggalkan suami sb tak sanggup susah dgn dia...

tp bila kita dah kwen dgn dia,kenala terima buruk baik dia kan...mmgla kdg2 rasa tak fair, tak puas hati tp itula lumrah umahtangga..kdg2 geram sb dia tak ikut ckp kita..mentangla isteri yer tak..tp itula hikmah jadi isteri...isteri senang masuk syurga (walaupun kaum pompuan lebih byk dok dlm neraka),,suami nie byk tanggungjwb sb derang pemimpin...kita nie amanah derang dan derang kena jaga..

mcm saya skang nie..ikutkan nak pindah cepat tp sebabkan suami saya byk keperluan tak beli dan rumahpun tak der lagi so terpaksa tunggu..saya nie pun semput...nama je dok ngan mak bapak tapi duitpun cepat abih..saya lagila segan..dahla bagi duit kat mak 50 je sebulan..manala cukup..gaji saya walaupun dah seribu tapi potong tu potong nie..saya ada buat loan utk family saya tak abih byr lagi..dan potong bayaran masa operation bersalin..last2 tinggal rm200 je..cukup2 nak bayar babysitter anak saya...

dulukan seri sebelum suami saya dpt keja lagila depress and very tension...hari2 kena sindir dgn bapak saya sb suami saya tanam anggur dan tak carik keja...mcm2la sampai suami saya kecik ati..kdg2 nak cakap pun serba tak kena...yerla sorang tu suami sorang tu bapak kita..

patutla org kata kalau dah kawin pergi dok sniri, belajar bedikari so nak buat keputusan pun takde campur tgn org lain..dan kitapun dpt rasa susah senang dok berkeluarga...

saya rasa buat masa nie kalau keadaan awak dan suami masih tegang biarkan dulu reda..sb org laki nie bukan cam org pompuan..org pompuan kalau rajuk time tu jugak nak pujuk tapi org laki nie dia nak kena tunggu dia cool dulu..so bila dah ok cuba awak bincang baik2..slow talk org kata...mungkin suami awak tanak ayah awak uruskan sb dia tanak keputusan dia nanti dpt pengaruh dr bapak awak pulak..mmgla kita sniri selesa dgn darah daging kita sniri kan...

awak ada jelaskan tak kat suami awak, awak buat semua nie sb utk keselesaan suami dan kebahagiaan korang? kdg2 suami nie dia tak faham kalau kita tak cakap terus terang..derang bukan cam kita tahu berkias2..kalau kita bagi hintpun derang tak leh tangkap..silap2 derang ingat lain...

tp kalau awak dah bincang tp dia berkeras skang nie terletak pd tgn dia nak buat apa..at least awak dah cuba..dan kalau jadi apa2 nanti dia sniri akan ingat dan sedar balik.."oo nyesal tak ikut ckp isteri aku dulu"..walaupun dia tak ckp kat kita tapi masa tu dia sedar yg kita nie syg kat dia...

saya hrp awak bersabar yer...saya doakan yg terbaik buat awak...jgn layan sgt emosi tu nnt effect kesihatan dan komunikasi awak suami isteri..salam sayang dari saya sahabt awak..

Bilamana hak manusia diperlekehkan oleh kuasa besar

Sebenarnya aku nak menyatakan rasa geram dan menyampah dekat berita yang aku baru baca pagi tadi (tapi paparan berita tersebut adalah paper semalam) mengenai remaja 15 tahun yang dirogol berkali-kali oleh ahli keluarga sniri (bapa saudara dan sepupu) sehingga melahirkan anak. Yang sadisnya ramaja tersebut melahirkan anak dalam tandas asrama sebuah sekolah agama di Kuala Pilah.

Aku tak pasti tapi berkemungkinan besar remaja terbabit tidak tahu dia mengandung. Rakan asrama terkejut tak sangka kawan sniri mengandung disebabkan remaja tersebut berbadan gempal. Sebelum itu, dia dipercayai mengadu sakit perut dan mahu membuang air besar di tandas asrama sekolah itu. Difahamkan mangsa dipercayai dirogol 2 bapa saudara dan 2 sepupunya itu sejak pelajar terbabit berusia 10 tahun hingga 14 tahun iaitu antara 2000 hingga September tahun lalu. Siasatan polis mendapati pelajar itu dipercayai dirogol setiap kali mangsa tinggal di rumah neneknya pada musim cuti sekolah.

Macam tak percaya je zaman yang dikatakan bertamadun tapi masih ada lagi yang berperangai jahiliyah. Aku rasa ikutkan hati nak seksa manusia berperangai haiwan (nak sebut haiwanpun tak sampai hati sebab haiwanpun tak 'makan' anak) daripada hukum penjara (seperti yang selalu dikenakan pada perogol). Setakat sebat tak jadi apa. Nak kata tak educated, orang dulu2pun tak belajar tinggi tapi boleh bezakan mana baik dan mana buruk. Inilah agaknya jenis manusia yang tidak dapat menguasai diri lalu menjadikan hawa nafsu sebagai raja dalam diri mereka.


"Maka pernahkah kamu melihat orang-orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya. Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat), maka mengapa kamu tidak mengambil pengajaran." (Al-Jaatsiyah:23)


Lagi satu apabila aku tengok Majalah 3 pasal kemelut yang melanda pelarian Palestin di Kem Sabra & Shatila dimana situ pernah terjadi peristiwa penyembelihan beramai-ramai terhadap rakyat Palestine 23 tahun yang lalu. Klik sini untuk BM dan klik sini untuk BI. Sedih tengok. Sesiapa yang terlepas tengok leh pegi baca pengembaraan wartawan tv3 dalam Mingguan Malaysia baru-baru ni. Betapa manusia sekarang sudah hilang perasaan belas kasihan dan akibat tamakkan kuasa dan harta maka berlakulah penindasan dan kekejaman. Apa yang berlaku di Palestin sesuai dengan tahap keimanan mereka iaitu jihad dengan senjata. Kita nie agaknya kalau terjadi peperangan alamak mau lari dulu. Tidak dinafikan isu Palestine-Israel yang tidak berkesudahan merupakan satu daripada punca kemunculan kumpulan radikal Islam. Sesetengah penganalisis berpendapat ia juga sebagai punca London menjadi serangan bom Khamis lalu. Bagi mereka, serangan itu berlaku kerana penyerang marah terhadap nasib malang rakyat Palestine. Baca lagi...

Berkata seorang penyair, "Kita menampal dunia kita dengan mengoyakkan agama kita, tapi tidak satu pun yang kekal baik dunia atau agama kita"

"Dan orang-orang kafir itu bersenang-lenang (di dunia) dan mereka makan seperti binatang-binatang makan dan neraka adalah tempat mereka tinggal" (Muhammad:12)

Sesungguhnya dunia adalah tempat kita yang sementara, penuh rintangan, ujian dan kesedihan yang memerlukan daya tahan dan kesabaran yang tinggi. Memanglah yang kuffar itu selalunya menang kerana dalam al-quran telah mengatakan dunia ini tempat enak-enak bagi mereka tapi bukan untuk kita kerana kita tempatnya di sana kelak insya allah.

"Dunia ini penjara bagi orang mukmin dan syurga bagi orang kafir"(Riwayat Muslim)

Apa yang mampu aku dan kita lakukan jika benar kita nie umat Islam dan mengaku bersaudara? Wallahu'alam.

Tuesday, July 12, 2005

Istimewa

Tukar template lain. Tak sangka tengah search jumpa template yang direka oleh orang dari Indonesia. Sapa yang berminat nak cuba sila ke Isnaini.com. Memang senang nak guna. Yang menarik tu dalam BM. Kalau dah boring sok tukar lak.

Kenapa aku pilih tajuk istimewa? Nie bukan istimewa lagu kumpulan Indigo tu seperti dalam tv iklan Sunsilk tu tapi istimewa lain. Istimewa lagu tersebut adalah mengenai seorang wanita tapi istimewa nie masih mengenai manusia tetapi wanita mahupun lelaki bisa saja memperolehinya. Tapi awas kerana bukan calang-calang orang mampu memiliki title istimewa nie. Aku sniripun belum tentu tetapi insya Allah kita berusaha ke arah itu. Yakinilah, setiap dari kita Allah telah ciptakan kelebihan untuk berada di jalan istimewa ini, walaupun susah, walaupun getir untuk dilalui.

"Kalau sekiranya jalan yang kamu lalui itu dekat dan perjalanan yang kamu tempuhi mendatangkan banyak keuntungan, nescaya mereka berbondong-bondong mengikutimu, tetapi (jalan dakwah) itu penuh dengan kesusahan..." (At Taubah:42)

Marilah kita bercita-cita menjadi umat yang disayangi Allah.

Dari Anas RA, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Akan datang pada umatku suatu zaman saat itu orang berpegang teguh kepada agama laksana menggenggam bara api." (Riwayat Tirmidzi)

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:

"Bersegeralah kamu beramal sebelum menemui fitnah (ujian berat terhadap iman) seumpama malam yang sangat gelap. Seseorang yang masih beriman di waktu pagi, kemudian di waktu petang dia sudah menjadi kafir, atau seseorang yang masih beriman di waktu petang, kemudian pada keesokan harinya dia sudah menjadi kafir. Dia telah menjual agamanya dengan sedikit harta benda dunia." (Riwayat Muslim)

Wallahu'alam.

Tuesday, July 05, 2005

Setiap kesulitan...

Alhamdulillah..tiada apa yang boleh menggambarkan kegembiraan ku. Baru-baru nie Allah telah temukan aku dengan seseorang yang merupakan salah seorang sahabat baik mak aku. Dia telah bagi aku kata-kata semangat yang aku sniri tak sangka keluar dari mulutnya. Semalam pulak, sorang kawan baik aku yang tinggal di London telefon. Kami berbual dalam 40 minit dan akupun tak sangka jugak rupanya dia penah berada dalam situasi ku. Dia kata, "Ida, tolonglah jangan tinggalkan suami awak." Beberapa kali dia sebut tang tu je. Dia kata kat sini dah 2 couple yang sorang sana sorang sini last-last jadi haru biru. Kawan aku nie dia dapat tentangan yang hebat sebab dia benti belajar semasa baru kahwin. Mana taknya, kawan aku nie study kat Perak pastu husband keja kat kl, hari minggu lak husband dia kena pegi Johor (sebab sambung Master kat situ)..so masa bila nak jumpa?

Memang, benti belajar adalah satu kerugian tetapi skang nie kita perlu lihat situasi. Kalau ada rezki kawan aku nie bole further balik study dia. Jodoh dia dah sampai dan hasil persepakatan dia perlu benti study untuk ikut suami dia. Masa dia nak ikut suami dia pegi London dulupun dapat tentangan gak dari parents sniri. Alasannya biar suami dapat umah dulu, stable dulu dan so on. Tapi yang menariknya, suami dia just cakap, "Susah senang biar kami bersama," Dan agak lama jugakla krisis antara anak beranak. Hmm...at least aku tahu kawan aku sniripun mampu hadapi dengan jayanya skang..mengapa tidak akukan?

Bukan ketepikan keluarga sniri tapi tengok pada keutamaan. Bestfren mak aku yang merupakan sorang officer lak cakap, "Akak sanggup benti keja kalau nak ikut suami," "Duit leh carik" Sebenarnya...aku dah tahu dah semua tu tapi aku tak dapat cukup support dari orang-orang keliling ku. Bukan takde, tapi tak cukup (tamak ke?) Sebenarnya apa yang aku inginkan adalah orang-orang terdekat ku. Lebih bagus lagi kalau sedara mara sniri. Mungkin kawan takleh tolong tapi sedara mara leh kan..tapi takpe..menda nie aku akan setel tak lama lagi...so soon..insya allah..doakan kami. Aku percaya setiap kesulitan ada kemudahan...

Memang complicated aku nak citer..sebab aku tahu ada yang tak paham sangat dan judge macam-macam. Tapi aku tak kisah...dan sori kalau ada yg contra dengan pendapat aku nie. Masing-masing ada pendapat masing-masing. Cuma bila kawan aku kata, lelaki nie dia ada ego dia sniri..buat aku terpk...hmmm.... -__*

Friday, July 01, 2005

Biasalah tu

Sebenarnya, bukan tanak update..tergendala kerana..

-Nak tukar lay out baru tapi tak reti
-Bz lak tiba-tiba ngan keja sb assistant officer takde, so kena buat keja dia dan keja campur2 (rojak)
-Since PKS (Pekerja Khidmat Singkat) di lantik lagi, so kena prepare gaji derang
-Keja-keja lain yang important and urgent tapi aku mmg suka bz ngan keja dari takde keja
-Baca blog orang lain lagi best dari update blog sniri

Semalam, aku tension balik..sebenarnya aku bukan apa, cuma menda nie balik-balik ulang menda yang sama..aku tahu parents aku sayang kat aku, lebih-lebih lagi anak aku cucu pertama derang, tapi tolonglah bagi aku hak sebagai anak dan juga sebagai isteri kepada menantu derang (betul ke ayat aku nie)..

Isu nie timbul balik sebab hal lain..tapi aku terkena skali tempiasnya..

Mak pak aku tak leh accept anak derang nie dah besar dan leh buat keputusan sniri (lebih-lebih lagi sudah berumahtangga dan kena ikut cakap suami)..

Dan yang obvious, derang tak leh terima anak derang akan dok jauh dari derang..dan merekapun akan berjauhan dengan cucunda tersayang...

Ada sorang akak nie, husband dia baru tukar ke Sudan, asalnya keja kat kl..so derang ingat nanti husband akupun sama kena pegi overseas..ayah aku kata kat mak aku , nanti suami aku transfer Sudah, aku dok sorang2 kat kedah..memangla sebab dia keja camna nak ikut, camtu aku kena benti keja so dpt ikut (ayat baik punyer)...tapi sebenarnya mana sama, companypun tak sama pastu bidangpun lain...apapun, sebabnya satu je, berat hati nak lepaskan anak cucu dok jejauh...

Memang menda nie hikmahnya banyak sgt tapi tamparan yang diterima lebih terasa kepada suami, dan aku sniripun ada masanya mengalirkan air mata..aku tanak dikatakan anak derhaka (seperti orang-orang yang mendengar dari sebelah pihak shj) dan dlm masa yang sama aku mahu taat kepada suami ku...masalahnya bukan kami mahu berjauhan tapi tuntutan tugas dan keadaan memaksa...

Bukankah kita perlu berhijrah kerana banyak kebaikan hijrah nie...macam lagu hijrah tu..Rasulullah sniripun berhijrah...memang ada risikonya tapi bukankah apa saja kita lakukan memang ada risiko..kalau kita lapar, kita makan..kalau tak makan nanti sakit, kalau makan nanti kenyang tapi kalau salah makan sakit perut..

Tapi aku tanak mudah melatah, biasalah tu ibu bapa mana tak sayang anak..cuma cara dan pemikiran mereka berbeza-beza...

Thanks blog sebab kau menjadi pendengar setia dari dulu...

Monday, June 27, 2005

Cerita hari minggu

Alhamdulillah dah dapat ING. member card. Punyalah tunggu mana pegi post express dari abi nie, rupanya akak despatch nie separatekan. Pas nie dah senang, ada kemudahan nak dapatkan rawatan sekiranya sakit. Tapi aku lum try lagi. Ingat nanti nak call tanya dulu. Sebelum nie kalau panel, claim je kat boss (masa kat firm lama). Skang nie kat opis gomen, kalau nak pegi klinik kena pegi kat Cheras tu yang untuk staff. (Alhamdulillah, bulan depan Sabtu dah tak keja, yahoo!) Dulu ada klinik kat bawah nie, ada ke derang tutup. Nak pegi Cheras kena naik bus. Tu yang prefer pegi Pusrawi (naik bus gak tapi dekat je). Lagipun best sebab islamic. Yang panel abi nie aku tengok list banyak sangat tapi pusat rawatan Islam ada satu je kat Kelana Jaya. Kalau dok sana dekat la.

Hari Sabtu aritu bawak Iemaan pegi pasar malam dekat area umah. Jalan kaki 15 ke 20 minit. Iemaan sukala bab jalan-jalan nie. Dukung atau stroller dia tak kesah janji dapat jalan. Yang pelik tu bila bawak dia duk dlm stroller dia takmo senyum. Seres dan masam je muka dia. Dah lama-lama baru ok. Samala kalau dalam lrt ke atau transit memana, dalam keta..mula-mula mesti muka masam. Ingat nak dukung je tapi nenek kata larat ke nak dukung, dah ada stroller tu guna la...So bawakla stroller tu. Last masa balik bukan Iemaan yang dok dalam stroller tu tapi makanan pasar malam. Okla tu takdela nenek nak pegang banyak barang. Nenek beli bunga lagi (agak dah).

Masa kat pasar malam, ada sorang anak Cina tu dalam umur 4 ke 5 thn agaknya, elok je dia pegi kat Iemaan yang masih dok dalam stroller. Dia usap-usap kepala Iemaan pastu dia cium mulut Iemaan! Ingat ke nak cium pipi. Sebab anak Cina tu lelaki. Masa tu aku benti kat satu gerai nie tengok barang. Pastu aku cakap kat nenek. Nenek Iemaan gelak je. Masa tu mak kepada budak Cina nie pun kat gerai yang sama. Sekali dia pegi kat Iemaan dan dia buat lagi. Iemaan lak diam je. Aku nak tergelak pulak. Agaknya dia ingat Iemaan nie anak Cina kut. Balik umah aku basuh muka dan tangan Iemaan. Nak mandi dah malam.

Kat umah bila atuknya balik, bagitau dia bawak cucu pegi pasar malam. "Patutla bau asap je cucu atuk nie,"

Teringat citer minggu lepas, bawak Iemaan gi daurah untuk pertama kalinya sejak dia lahir ke dunia. Perjalanan ke bangi menaiki komuter biasa je bagi Iemaan, sebab sebelum nie pun dia dah biasa naik putra. Iemaan nie alhamdulillah setakat nie boleh dikatakan dia jenis tak meragam kalau bawak berjalan. Atuk dia la yang kata. Aku nak komen aku pun tak tahu sebab tak penah ada pengalaman, Iemaan adalah yang pertama. Atuk kata kalau nak compare dengan kami adik-beradik memang problem je kalau bawak jenjalan. Nie kira dah cukup baikla tak meragam walaupun dia panas dan berpeluh. Minggu aritupun abi balik umah. Dia kata Iemaan dah berubah lagi wajah. Nampak cam anak Murabbi dia. Idah ngan Aishah kata cam muka anak kak Anfal. Tapi takde orangpun kata cam muka ummi dia huhu. Atuk cakap, "Anak bapak" (Like father like son).

Friday, June 24, 2005

Mungkin

Tengah fikir nak tukar server lain yang lebih banyak function eg tblog, blogsome, blogspirit..hmm..

Wednesday, June 22, 2005

Am i a bad mom?

Malam semalam Iemaan terjatuh dari katil buat pertama kalinya. Aku pegi bilik air masa tu, kejap je skali time aku masuk bilik tu aku nampak anak aku berguling nak jatuh. Memang tak sempat nak sambut..agaknya time tu aku tengah cemas. Tapi syukurla dia jatuh atas alas kaki tebal (macam karpet tu)..Menangis of course, aku pujuk dia dan agah dia, "Mana bird?" Dia diam kejap pastu nangis balik. Tangisannya jelas menunjukkan dia sakit dan terkejut. Berpeluh kepala dia. Time tu cantik-cantik je ayah aku baru balik dari kerja. Ingat ke dia nak marah. (Muka dah cuak) Tapi sib baik tak. Cuma ayah aku cakap mujurlah sniri yang buat, kalau orang lain dah bergaduh dah... (kui kui)..Lelama terus tertidur atuk dalam pelukan atuk.

Dahla semalam aku bagi dia minum susu yang dibancuh menggunakan termos yang sudah pecah. Sebenarnya tatau termos tu dah pecah kat dalam. Bila nak bagi susu kali kedua baru aku pasan macam ada bunyi dalam termos tu. Bila aku tengok, "Ya Allah, dah pecah..abih aa kalau anak aku termakan kaca dalam termos nie."

Carelessnya aku..ampeh.

Sib baik hubby aku tak marah. "Dia semakin aktif, kalau jatuh sket-sket tu biasala." "Kena berhati-hati" Memang dia jenis cool. Tapi kalau suami aku yang careless aku marah ehehe...

Pengajaran:

1) Jangan letak bayi anda yang sudah pandai meniarap dan berguling berseorangan atas katil walaupun dah kepung dengan bantal.
2) Dah tahu termos tu dah jatuh, periksa dalam sama ada pecah atau tidak termos tu!


Skang nie memang anak aku sorang nie dah mula tunjukkan 'taring' dia. Kalau letak kat tengah toto tu, jap gi dah terkeluar dari toto tu. Kalau bagi hisap puting, dia akan tunjuk skill meniup. (Yang nie tak tahu sapa yang jadi cikgu) Dan kalau cakap "Bird", dia akan pandang langit dan cakap "Eihh eihh" Dah pandai angkat tangan mintak orang dukung. Pastu kalau dukung dia dan berdiri depan pintu, dengan khusyuknya dia tengok alam sekitar. Bila bawak masuk umah balik dia nangis. Tapi yang paling aku perasan Iemaan nie dari dulu suka tengok cermin. Agah dia kat cermin dia mesti tersengih dan gelak mengekek (kena ada skill nak agah). Pastu menda yang dia paling suka sangat yang kaler terang-terang (sudah tentu) dan yang dia suka main ialah alas meja, plastik dan dia paling suka gigit dan makan buku, paper atau majalah. Jimat nie hehe. Sebab menda-menda camtu keluarkan 'bunyi' (menarik perhatian dia).

Kalau tidur suka meniarap. Bila kita telentang dan ngiringkan dia, nanti dia sniri meniarap. Tapi yang kelakar tu masa tidur malam bila nak bancuh susu nak bagi dia, dia nangis macam sedih sangat. Agaknya dia nak cakap, "Lambat aa ummi nak bagi susu" Sebab dulu masa dia nak menyusu badan, tak yah nak bancuh-bancuh, terus bagi. Senang dan cepat. Kita pun sambil tu tertido terus :D

Friday, June 17, 2005

Kawan baru

Tadi berkenalan dengan kawan baru. Dengan sedikit keberanian aku menegurnya dan diapun menunjukkan minat untuk berkawan. Rupa-rupanya dia dah lama memerhatikan aku. Tak sangka pulak..aku yang tak penah perasan kehadirannya. Dia kata slalu nampak aku minum atau lunch kat sini. Kadang-kadang dia nampak aku dengan suamiku. Hmm..rupa-rupanya dia ada kembar seiras dan kembar dia tu nak masuk 3 dah anak. Kawan baru aku nie baru je abih pantang, anak perempuan...alhamdulillah..dan yang tak sangka tu dia cam aku jugak kronologi kelahiran baby dia tu..cuma beza anak dia pompuan anak aku lelaki dan berat baby dia 3.25kg dan baby aku 3.45kg. Overdue 3 hari sama cam aku dan sebab caesarpun sama cam aku. Oh ya bersalin pun kat tempat yang sama cuma doktor lain..oh ya dia murah sket dari aku (tu yang untung tu) :)

Dia yang bukak citer pasal bab anak nie. Dia tanya aku dulu pregnant kan? Hmm caring gak dia nie. Akupun tertanya dia dah kahwin ke lom..tapi aku tengok bag plastik yang dia bawak ada baju baby..banyak gak. So aku rasa mungkin anak dia dah lebih sorang. Akupun tanyalah anak bapa orang..Rupanya baru je abih pantang anak sulong :) So akupun kongsila apa yang patut, makan jeli gamat dan jaga tempat yang operate tu dan sebagainya :)

Alhamdulillah bila niat ukhuwah kerana Allah, Diapun telah mudahkan. Teringat pulak masa kat kawasan opis aritu. Tak sangka dua-dua nak bagi salam antara satu sama lain sedangkan tak penah kenal, bukan satu opispun. Hmm agak-agak kawan baru aku nie ada potensi tak? ;)

Terbiasa dengan kebiasaan

Bila baca "Mahu menangkah kita?" (entry di bawah), terlintas di fikiran nie, apa yang aku dah buat? Aku masih lagi seperti biasa. Nak kata aku buat sesuatu pada agamaku, takde apa sangat yang aku buat. Tak seperti dia tu. Setiap hari dia hidup bersama dakwahnya. Dia boleh menjadi seorang yang lebih profesional dalam kerjayanya, mampu hidup mewah dan mudah tetapi dia pilih kerjaya yang susah, yang incomenya tak seberapa. Dia ketepikan bekerja di bawah hawa dingin dan memilih kerja yang biasanya dilakukan oleh seorang pendidik sedangkan dia bukan dalam bidang ini. Mungkin kelebihan dia dalam berbicara mendorong dia ke arah ini dan minat merupakan satu bonus baginya. Kerjaya yang nampak seperti biasa tetapi impaknya luar biasa. Kerjaya yang bukan terhangat di pasaran tetapi membawa pulangan akhirat yang lumayan.

Aku bukan mempersoalkan mengenai kerjaya sedangkan kerja akupun adalah satu jihad dan ibadah juga cuma aku mahu mengambil kesungguhan dan pengorbanan seseorang itu sebagai contoh yang patut aku ikut. Betapa dia sudah berjaya keluar dari kebiasaan kita yang biasa dan melakukan sesuatu yang kelak akan membawa perubahan yang besar dalam masyarakat. Kita perlu pandang dengan mata hati kita baru kita dapat merasa sesuatu yang orang anggap tiada yang luar biasa. Kenapa aku boleh duduk diam sedangkan masyarakat di sekeliling aku semakin lama semakin rosak akhlaknya. Kalau dalam majalah Mastika tu dah macam-macam cerita. Itu belum lagi yang terpapar dalam internet. Oh ya dalam tvpun sama. Kadang-kadang aku tengok aku semacam pelik, kenapa iklan tak senonoh camnie pun boleh lepas? Bukan nak kata iklan, cerita yang ada skangpun yang dilakonkan oleh pelakon luar juga tak kurang hebatnya. Sehinggakan skang baru nak buat pendidikan seks untuk pelajar sekolah, penapisan internet dan skang nie nak bagi jarum dan kondom percuma pulak. Mewahnya negara kita nie ya ehee...tapi sayangnya sudah terhantuk baru terngadah. Dari segi positifnya kita boleh katakan, belajar dari pengalaman dan kesilapan.

Sebenarnya kitalah yang perlu kawal semua tu. Kalau kita kuat kita boleh tepis semua tu. Memanglah kalau hendak dihapuskan sebatang pokok perlu dari akarnya. Tetapi jika berjaya mencantas dahan-dahan yang kering dan rosak, sekurang-kurangnya pokok tersebut mampu hidup dan kelihatan cantik. Aku pernah baca kisah betapa seorang lelaki sanggup membakar tangannya sendiri dari melakukan zina dengan seorang wanita yang menggodanya kerana takutnya dia kepada Allah. Tapi sekarang nie jangan kata nak bakar tangan, untuk berkata "Tak nak!" (macam iklan tanak merokok)pun susah. Tengokla keruntuhan akhlak dan moral muda-mudi skang. Nak kata tak de pendidikan, student U yang paling top ceritanya. Dengan apa kita nak hadapi semua tu kalau tak dengan iman kita. Oh iman, kasihan sungguh kau sudah tidak dipedulikan lagi. Nafsu saja yang menang sedangkan kau selalu kalah...

Tak boringkah kita dengan kebiasaan kita. Kalau tidak takkan ada orang kata, "Boringlah takde apa nak buat.."

Mahu menangkah kita?

Bicara Bani Israil di gerbangan pintu
Tanah Palestin:
Berikan kami mentimun
Berikan kami bawang
Berikan kami makanan kami di Mesir
Di bawah jajahan Firaun laknatullah

Walaupun mereka sudah dikurnia
Manna-was-salwa

Engkau mahu mengganti dengan lebih rendah
Dan kau tak sanggup berkorban
Padahal kita di depan pintu Baitul-Muqaddis

Apa kau mahu segalanya datang percuma
Pembebasan ini perlukan pengorbanan

Kembali kepada umat Islam kini
Jangan sampai jadi Bani Israil itu
Lantaran tidak sanggup berkorban
Makanan yang biasa
Kebiasaan selama ini
Tidak sanggup berkorban sedikitpun
Untuk mencapai kemenangan

Berkorbanlah sedikit
Manakan boleh kemenangan datang percuma
Kalau masih mahu santai di depan komputer
Diberi kata manis IRC
Solat diwenang-wenang
Ilmu Islam tahap taski sahaja

Jangan harap untuk menang!
Tetapi akan Allah gantikan
Dengan kaum
Yang mereka cinta Allah
Dan Allah cinta mereka
Lemah lembut dengan mukmin
Tegas pada kuffar
Jihad di jalan-Nya
Dan tidak khuatir celaan.

Mahu menangkah kita?

*credit to Akh Fazrul@westlafayette atas artikel2 yg diimport

Wednesday, June 15, 2005

Hendak seribu daya


Sejauh mana sumbangan kita dalam memastikan umat Islam di seluruh dunia terbela? Di Palestine masih tiada kesudahan. Di Iraq ada saja berita kematian. Begitu juga di negara-negara yang tertindas umat Islamnya. Adakah melalui kudrat kita atau peluh kita? Adakah melalui suara kita? Atau adakah selera kita? Dimanakah kita sewaktu mereka memerlukan pertolongan kita?

Tidak perlu hulurkan tangan, ringankan beban (macam pernah dengar tapi di mana ya?) tetapi dengan memboikot produk dan company yang support Israel, kita telah banyak membantu. Bayangkan setiap seorang dari kita melakukannya, boleh bankrupt depa nie...hmmm tepuk dada tanya imaan kita. Insya Allah kita mampu melakukannya!

Monday, June 13, 2005

Berusahalah!

Pagi nie aku seperti diawang-awangan sebab tidur tak cukup nyenyak malam tadi. Kejap-kejap aku terbangun. Nak kata sebab anak aku bangun mintak susu, sebelum nie pun dah biasa camtu. Kalau nak kata sebab tahajud, itu bukanlah alasan. Kena istiqomah untuk melakukannya setiap malam. Walaupun hanya 2 rakaat. Teringat pesanan seseorang yang hebat, "Bangunlah malam solat untuk doakan anak kita.." Sebenarnya bangun malam bukan setakat time ditimpa masalah je. Bukan setakat time susah je.

Sejak anak aku dah tanak susu badan nie, susu pun otomatik dah kurang. Memangla aku dah senang sebab tak payah risau bila susu penuh atau pasang, tetapi bila tido malam aku kena bangun bancuh susu. Sedih gak sebab susu ibu banyak khasiat. Nampaknya harapan aku nak susukan anak aku sampai umur dia 2 tahun tak kesampaian, cuma 6 bulan je. Sedih sebab nie anak sulong aku. Tapi aku masih menerima rangsangan susu. Aku tetap berharap anak aku akan menyusu badan walaupun dah kurang sangat.

Ukhti Ana nama mujahidah kecil dia RUHUL SYAHIDAH. Ramai gak suka makna syaheedah nie ya. Anak webmaster Sodeeq AMAANI SYAHEEDA. Alhamdulillah, moga yang terbentuk nanti adalah seindah namanya. Rindunya ukhuwwah fillah. Ukht Ana, rindu nak jumpa baby ukht. Sedih rasanya sebab tak dapat jumpa. Sebak pulak rasanya... :(

Dalam diriku, merekalah yang menaikkan semangat ku disaat aku tersungkur. Aku bangun semula untuk teruskan perjuangan ini seorang diri bersama-sama anak ku. Bila suami ku sms kata takut anak dia dah tak kenal dia lagi, akupun terdiam. Aku faham kesedihan dan kesunyian yang ditanggung oleh suami ku. Allah maha mengetahui. Mungkin sekarang belum masanya Dia berikan kami apa yang kami mahu. Dia mahu kami menghargai perhubungan ini. Kerna Dialah, aku memilih suami ku. Mungkin Dia mahu aku sedar dan ingat betul-betul matlamat aku dulu akan pernikahan ini.

Setiap manusia diberikan Allah ujian dalam pelbagai bentuk. Dan kitapun masing-masing diberikan Allah kelebihan serta kekurangan. Kitalah yang akan menentukan adakah kelebihan yang Allah anugerahkan itu kita manfaatkan atau kita bazirkan. Menjengah ke blog Kamalsan membuatkan aku berfikir, "Ya, akupun ada sesuatu yang boleh aku manfaatkan untuk orang lain. Mungkin aku tak berpeluang menyumbang terang-terangan seperti orang lain. Tak bisa ikut program, tak bisa ke situ tak bisa ke sini. Hanya melalui hujung jari sahaja. Sekurang-kurangnya aku cuba untuk mengajak manusia kepada kebenaran dan kebaikan. Walaupun bahasa aku tak berilmiah, pakai hentam keromo je.

Tertarik dengan ayat Kamalsan, "Yes,each person has their own ability and weaknesses. Even the chosen one also imperfect. It is just matter of how the person use it.

Maybe there are some abilities yet to be unlocked. It is just the matter of finding the right key."

 
design by Free Blogger Designs